logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 11 November 2002 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Minat Belajar Tari Jawa Sangat Tinggi

YOGYAKARTA- Minat belajar tari Jawa gaya Yogyakarta ternyata sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat ketika di Yogyakarta dibuka pendaftaran untuk belajar tarian tersebut, peminatnya meluap. Sehingga pesertanya dibatasi hanya untuk usia 30 tahun ke atas.

Hal itu diungkapkan pemrakarsa belajar tari gaya Yogyakarta, Hamzah Hendro Soetikno yang juga pemilik Pusat Batik dn Kerajinan Mirota Batik Yogyakarta.

Mulanya ia berniat menyosialisasikan tarian gaya Yogyakarta karena dilihat peminatnya kurang dibandingkan dengan tarian gaya Solo. Orang mengira untuk belajar gaya Yogya harus di dalam Keraton atau dari keluarga Keraton. Karena itulah ketika membuka pendaftaran belajar tari Jawa gaya Yogya tersebut, maka untuk yang usia 30 tahun ke bawah dialihkan ke Siswo Among Bekso pimpinan Romo Dinu, pihaknya hanya menerima 30 siswa usia 30 tahun ke atas.

Dibandingkan dengan tarian gaya Solo, gaya Yogya memang lebih sulit karena lebih detail. Belajar gaya Yogya banyak patokan-patokan seperti harus laku ndodok dahulu dan harus nyembah segala karena biasanya ditarikan di depan Sultan. Beda dengan tarian gaya Solo, yang dari belakang panggung bisa lari trisik kemudian langsung menari.

Pelatihnya dipercayakan kepada Mbak Lies, dosen dari ISI Yogyakarta yang juga penari Keraton sehingga tidak main-main. Latihannya tiap Jumat malam di Kotabaru. (P12-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA