logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 11 November 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Nego dengan Investor Pasar Pagi sambil Moci

UPAYA Tim Nonlegitasi atau Tim Negosiasi Penyelesaian Pembangunan Pasar Pagi Kota Tegal yang ditunjuk Wali Kota rupanya akan dilakukan dengan berbagai cara.

Ketua Tim Negosiasai Hamidah Abdurachman SH MH yang juga PR I UPS Tegal mengungkapkan, pekerjaan yang dibebankan Pemkot Tegal kepada timnya yang beranggotakan 12 personel memang tidak ringan.

Berbagai kendala bakal siap mengadang. Salah satunya upaya bertemu dengan Direktur Utama PT Sinar Permai Aang Gunawan selaku investor pembangunan pasar itu. Selama ini direktur perusahaan tersebut sering berbisnis di luar kota, sehingga tidak mudah untuk bertemu.

Untuk mengatasi masalah di atas, pihaknya selain melalui jalur resmi juga dengan upaya tidak resmi. Jalur resmi dengan mengirimkan surat kepada pimpinan investor untuk bertemu dengan timnya.

Sementara itu jalur tidak resmi antara lain jika salah satu anggota tim bertemu atau dapat menjumpai direktur perusahaan itu, dapat segera dilakukan upaya-upaya perundingan menuju ke negosiasi. Negosiasi yang dikedepankan antara lain bagaimana investor pembangunan pasar itu dapat segera memenuhi kewajiban-kewajibannya. Yakni menyelesaikan pembangunan Pasar Pagi, terutama di blok A yang mangkrak bertahun-tahun.

Sambil Moci

Soal jalur tidak resmi itu, ungkap Hamidah, dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Yang jelas, tidak melampaui batas kerja yang diberikan Pemkot Tegal. Yakni hingga 23 November mendatang.

''Bila sedang lari-lari pagi dan bertemu Aang (maksudnya Direktur PT Sinar Permai Aang Gunawan-Red), ya anggota yang bertemu segera memberitahu anggota lain agar dapat dinegosiasi. Bila perlu, agar tambah jreng, negosiasi dapat dilakukan sambil minum teh poci atau moci. Jadi bisa serius tapi santai.''

Dia mengutarakan, kendati segala daya upaya dikerahkan pihaknya memang merasa kesulitan bertemu dengan pimpinan investor pembangunan pasar itu. Karena itu dalam bekerja, dibentuk tiga tim kecil.

Terdiri atas tim negosiator, tim advokasi, dan tim evaluasi. Tim kecil negosiator bertugas mendekati investor untuk menyampaikan pokok-pokok permasalahan dan kemungkinan kesepakatan.

Sementara itu tim advokasi dan evaluasi bertugas mendukung kerja tim negosiasi dengan mempersiapkan segala sesuatu.

''Karena itu tim akan bekerja all out. Siang malam bila perlu dinegosiasi agar kita dapat jawaban. Bagaimana investor Pasar Pagi itu, mau melanjutkan pembangunan atau tidak? Jika mau terus bagaimana, demikian juga sebaliknya. Semua harus ada alasannya.''

Dia mengungkapkan, hasil kerja tim negosiasi tersebut akan dijadikan pegangan Pemkot Tegal menentukan langkah selanjutnya. Apakah akan melanjutkan lewat jalur hukum atau tidak?(Riyono Toepra-17j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA