
| Jumat, 8 November 2002 | Tajuk Rencana |
Sisik Melik Pelaku Bom Bali- Sisik melik pelaku bom Kuta, Bali, mulai ditemukan. Seorang yang mengaku sebagai pelaku berhasil ditangkap di daerah Lamongan, Jawa Timur. Kini ia masih dalam pemeriksaan intensif. Ada yang menyebutkan kalau ia diperiksa di salah satu tempat di wilayah hukum Polda Jatim, sedangkan informasi lain menyebutkan pria berusia 30 tahun itu telah diterbangkan ke Polda Bali, tempat tragedi tersebut terjadi. Jika benar Amrozis, pria itu, adalah salah seorang pelaku, berarti jajaran kepolisian telah meraih sukses besar. Namun demikian dengan hati-hati Polri belum menyebutkan secara positif pria muda itu sebagai pelaku. Semuanya masih dalam proses penelitian. Polri sendiri masih memeriksa sembilan orang lain lagi yang diduga ada kaitannya dengan bom tersebut.
- Sejak bom meledak tanggal 12 Oktober, perhatian kita, dan bahkan masyarakat dunia terus tertuju ke Kuta. Dengan penuh harap menanti hasil kerja keras Polri yang dibantu rekan-rekannya dari Australia dan AS. Kerja mereka menunjukkan kecermatan yang sangat tinggi. Sebagai contoh pemeriksaan yang membawa mereka ke rumah pria yang tinggal di Lamongan tersebut. Mulai dari pemeriksaan serpihan-serpihan mobil jenis Colt L-300 di tempat kejadian yang ditemukan hancur. Dari sana diperoleh gambaran data dan petunjuk tentang bahan yang digunakan untuk merakit bom. Juga nomor kerangka mobil yang akhirnya memberikan petunjuk tentang pemiliknya, yang telah berubah-ubah sampai tujuh kali. Pemilik terachir itulah yang diduga kuat berkaitan dengan tragedi bom.
- Keterangan yang sudah terungkap mengenai pria tersebut memberikan petunjuk yang sangat menarik, yang makin mendekatkan polisi pada sasaran. Misalnya tentang kemampuannya di bidang elektronik dan kunjungan ke toko-toko bahan kimia di Surabaya. Tetangganya ada yang mengungkapkan kalau pemuda itu pernah merantau ke Malaysia dan belajar di sebuah pondok. Juga ada dugaan, selain ke Malaysia dan Singapura, ia pernah merantau sampai ke Afghanistan. Negara Islam yang belakangan ini sarat konflik dan kekerasan. Ia malah juga disebut-sebut ''satu angkatan'' dengan pelaku bom di Atrium Senen yang sudah ditangkap. Rangkaian informasi itu memperkuat dugaan, pelaku pengeboman di berbagai kota ada keterkaitan, selain yang ada indikasi keterkaitan dengan GAM. - Beberapa pelaku pengeboman sebelumnya, ada yang sudah cukup lama berhasil ditangkap. Misalnya salah seorang pelaku pengeboman di Atrium Senen, yang disebut-sebut ada kaitannya dengan pria Lamongan tersebut, yang mengaku sebagai warga Malaysia. Namun, hingga kini masalahnya belum terungkap tuntas. Ancaman dan ledakan bom masih terjadi di beberapa tempat. Apakah tersangka kali ini akan bisa membantu mengurai rangkaian pengeboman tersebut, mengungkap pelaku-pelakunya yang hingga sekarang berindikasi justru sesama anak bangsa? Dari 10 orang yang kini sedang diperiksa di berbagai Polda di Jawa, belum ada yang menunjukkan petunjuk positif sebagai pelaku, kecuali pengakuan pria dari Lamongan. Pengakuan itu diharapkan bisa menuntun polisi ke sasaran yang lain.
- Pengakuan lain yang menarik, pria itu mempunyai hubungan dengan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir yang kini dalam tahanan polisi. Ustaz berusia lanjut dengan janggut lebat memutih itu ibaratnya sekarang ada dalam pusaran kemelut. Apakah pengakuan itu benar, atau hanya usaha untuk menyeret Ustaz lebih jauh ke dalam kemelut, masih harus diuji. Atau diurai lebih jelas, bagaimana bentuk hubungan itu. Apalagi kalau mengingat Ustaz Ba'asyir memang beberapa kali berkunjung ke pondok di Lamongan itu. Meskipun hal itu lazim mengingat pondok tersebut diasuh oleh santri-santri alumni Ngruki. Sebelumnya, Hambali dan Umar Al-Faruk yang dituduh teroris oleh AS, juga mengaku pernah ada hubungan dengan Ustaz Ba'asyir. Bagaimana hubungan itu, ustaz dari Ngruki itu seharusnya berkepentingan memberi klarifikasi.
- Bangsa ini menunggu dengan tak sabar segera terungkap kasus pengeboman di Bali. Banyak hal yang bisa tercapai dari sana. Pertama, seperti telah kita kemukakan, terungkap rangkaian pengeboman seluruhnya secara tuntas. Ancaman dan ledakan bom telah sangat mencemaskan masyarakat luas. Hal itu berpengaruh negatif terhadap usaha-usaha memulihkan ketenangan dan keamanan di Tanah Air. Kedua, ketenangan dan keamanan pulih, yang akan membantu pemulihan citra pariwisata di Bali dan seluruh kawasan wisata lainnya. Satu hal yang sangat diharapkan mengingat bom Bali telah menyebabkan dunia wisata di sana gelap gulita dan tak tergambarkan kapan hal itu berakhir. Ketiga, kepercayaan internasional kepada kemampuan bangsa ini dalam menanggulangi terorisme. |