
| Jumat, 8 November 2002 | Sala |
Sutrisno Dikeroyok, Nyaris Ditikam PisauSRAGEN-Kalau tidak melawan, Sutrisno (45) warga RT 3 RW 10 Banjarasri, Nglorog, kemungkinan sudah ditikam oleh Rudi (25), warga kampung tetangga. Meski terhindar dari tikaman pisau, wajahnya memar karena dipukuli. ''Saya dikeroyok Rudi dan dua rekannya,'' tutur dia sat melapor ke Polres, kemarin. Dia berobat ke RSUD dan meminta visum et repertum dokter untuk menuntut penganiaya agar ditindak sesuai dengan hukum. Kamis kemarin pukul 09.00 dia didatangi Rudi, warga Bagan Lor, Nglorog, bersama kedua rekannya yang tak dia kenal. Sutrisno menanyakan kedatangan mereka. Rudi tak menjawab. Dia menghampiri dan memukuli wajah Sutrisno. Dua kawannya membantu memegangi kedua tangan Sutrisno agar Rudi bebas memukuli. Kedua orang itu memegang Sutrisno erat-erat. Saat itu Rudi menghunus pisau dari balik baju dan hendak menusuk. Sutrisno pun melawan sekuat tenaga hingga dua pemegang terpental. Dia berniat melawan. Melihat pegangan terlepas, ketiga pengeroyok kabur mengendarai motor. Sutrisno melapor ke polisi. Polisi pun segera menangkap dan menahan Rudi. ''Dia siap diperiksa dalam perkara pengeroyokan dan kepemilikan senjata tajam,'' tutur polisi. Kini polisi mencari kedua orang yang membantu Rudi menganiaya. Mereka bisa dikenai dakwaan sesuai dengan Pasal 352 KUHP, yakni menganiaya serta melanggar UU Nomor 12 Tahun l961 soal kepemilikan senjata tajam untuk berkelahi. Pinjam Motor Di tempat terpisah, Sugino (35) warga Jambangan, Pereng, Mojogedang, Karanganyar, dianiaya Heri (28) warga RT 28 RW 8 Jambangan, Desa Celep, Kecamatan Kedawung. Rabu petang Heri bertemu Sugino di Desa Celep. Dia berniat meminjam motor Sugino. Namun Sugino menolak memberikan, karena sudah bersiap-siap menjemput sang istri yang bekerja di sebuah pabrik di Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Karena ditolak, Heri naik pitam dan memukul wajah Sugino hingga memar. Kini aparat Polsek Kedawung memburu Heri.(nin-56g) |