logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 8 November 2002 Sala  
Line

Alun-alun Lor Mestinya Bebas PKL

  • Yang Tersisa Ringin Kurung

ALUN-ALUN LOR - Lahan Alun-alun Lor Keraton Surakarta setelah ditata nanti semestinya bebas dari kios pedagang kaki lima (PKL). Para pedagang di dalam lapangan itu seharusnya mencari lokasi lain sebagai alternatif berjualan.

Kalau masih ada pedagang, mungkin bentuknya lesehan atau yang lain, perlu dibicarakan lagi. Jadi tidak seperti sekarang.

''Yang jelas, permukaan tanahnya akan diratakan. Pohon-pohon di sekeliling lapangan akan ditebang dan yang tersisa hanya ringin kurung (beringin kembar di tengah Alun-alun-Red),'' kata salah seorang menantu Paku Buwono XII, KP Satryo Hadinagoro menanggapi realisasi penataan Alun-alun Lor, kemarin.

Sebagai pengganti pepohonan sekeliling alun-alun, akan ditanam pohon-pohon di seberang luar lapangan itu. Namun soal pohon penggantinya, Wakil Ketua Komisi E DPRD Surakarta itu tidak menyebutkannya secara terperinci.

''Pohon penggantinya yang penting bisa cepat tumbuh dan berkembang. Selain itu, jangan seperti pohon kelapa yang tak sesuai dengan filosofi,'' tambah suami GRAy Koes Moertiyah itu.

Ketua Komisi D James August Pattiwael dan Sekretaris Drs Bandung JS SH mengatakan, kondisi Alun-alun Lor setelah revitalisasi nanti harus bebas dari kios PKL.

Karena itu, sejak sekarang semestinya para pedagang yang masih membuka tempat usaha di lapangan tersebut tahu diri dan mulai mencari lokasi pengganti.

''Alun-alun itu kan ruang terbuka, jadi setelah penataan nanti areal itu harus bebas PKL. Masing-masing pihak harus bisa menjaga ketertiban dan kenyamanan di Alun-alun,'' tandas James.

Area Parkir

Rencananya sekeliling lapangan alun-alun yang sejak beberapa waktu lalu tanggulnya dibongkar, akan dipasangi blok paving berpola kawung.

Lebar keliling paving itu selebar 285 cm.

Kalau permukaan tanah alun-alun tak beda jauh dari jalan aspal keliling, apakah tidak dikhawatirkan akan dijadikan parkir-parkir mobil?

''Kekhawatiran itu ada. Tetap akan bisa diantisipasi masyarakat setempat untuk menjaga bersama Satpol PP dan kepolisian. Jadi harus saling mengingatkan untuk berbuat baik dan menjaga aset bersama,'' tandas Satryo.

Soal rencana penutupan area parkir di sebelah barat Pagelaran Keraton, kata dia, hal tersebut bisa dilakukan setelah pembuatan lahan parkir di depan Masjid Agung rampung.

Proyek pembangunan landscape, taman, dan areal parkir di depan masjid itu baru dibangun.

''Sebenarnya lahan parkir di sebelah barat Pagelaran justru mengurangi keruwetan lalu lintas di Jl Supit Urang. Sebab, banyak kendaraan seenaknya parkir di pinggir Jl Supit Urang sehingga membuat keruwetan. Tapi kalau lahan parkir depan Masjid Agung nanti dibuka, ya nggak apa-apa dialihkan,'' ujarnya.(D11-51c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA