logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 8 November 2002 Berita Utama  
Line

Zakat Membersihkan Dosa

SEMARANG- Zakat merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan setiap muslim. Zakat bisa membersihkan dosa. Yang lebih penting dipahami bahwa zakat bukan hanya bisa sebagai bantuan sesaat, tapi untuk perbaikan peningkatan kualitas seseorang.

Demikian antara lain diungkapkan Ketua Umum PW Muhammadiyah Jateng Drs A Dahlan Rais MHum dalam ceramah tarawih keliling (tarling) Badan Amalan Islam (BAI) putaran kedua di Auditorium Unnes Jl Kelud Raya 2, semalam.

Dahlan yang pada kesempatan itu memberikan ceramah bertema "Zakat dan Pemberdayaan Umat" mengatakan, upaya pemberdayaan umat melalui zakat tidak lepas dari tiga golongan, yaitu yang memberikan zakat, kemudian yang mengelola zakat, dan yang berhak menerima zakat. Dengan pengelolaan pemerataan, maka bisa memerangi kemiskinan.

"Munculnya rasa enggan masyarakat antara lain karena tidak percaya kepada praktek pengelolaan zakat yang terkadang disalahterimakan," ungkap Dahlan.

Karena itu, perlu ada upaya penyadaran kepada umat Islam tentang pentingnya zakat. Ada tiga hal yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan kesadaran umat. Pertama, melalui kampanye serentak seperti yang dilakukan pada saat kampanye keluarga berencana (KB) pertama kali. Kedua, amil zakat harus bisa memberikan pertanggungjawaban secara transparan. Ketiga, melalui keteladanan dari para pemimpin, dan ulama.

"Kalau ketiga hal itu bisa dilakukan, umat muslim akan dengan senang hati mengeluarkan zakat. Bahkan, tidak perlu harus menunggu setiap tahun mengeluarkan zakat, tapi setiap mendapat kelebihan rezeki, mereka akan mengeluarkan dua persennya," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Rektor Unnes Drs H AT Soegito SH MM selaku shahibul bait mengatakan, bulan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh nikmat dan berkah. Ramadan bukan hanya memantulkan nilai-nilai ubudiyah saja, yang diharapkan imbalan pahalanya di hari kiamat kelak, tapi juga mengandung nilai-nilai hidup duniawi.

"Itu sebabnya, bagi hamba Allah yang imannya kuat, bulan Ramadan selalu ditunggu kehadirannya. Salah satu ibadah yang wajib dijalankan di bulan Ramadan adalah melaksanakan puasa," ujar AT Soegito.

Menurutnya, bulan Ramadan dapat digunakan sebagai pengukur keimanan seseorang. Sebab, ketentuan-ketentuan yang wajib dilaksanakan pada saat itu benar-benar terasa berat.

"Berkaitan dengan bulan suci ini, mari kita songsong dengan aktivitas yang mampu memadukan nuansa rohani, nurani, dan pemikiran Islam dalam satu bingkai ketakwaan," tuturnya.(B18-60t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA