logo SUARA MERDEKA
Line
 Semarang & Sekitarnya Minggu, 3 November 2002  
Line

Indonesia, Penyandang Pembajak Software

SEMARANG - Banyak label buruk yang disandang Indonesia, misalnya negara korup, miskin, dan sistem politik yang labil. Di bidang teknologi pun tak ketinggalan kita mendapat label buruk.

"Indonesia juga dikenal sebagai negara pembajak software. Ini cukup menghenyakkan," ungkap Ardiansyah, Ketua Open Source Research Group Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, di hadapan peserta Saturday Linux Festival 2002 yang digelar Unissula Jl Raya Kaligawe, Sabtu (2/11).

Kegiatan tersebut hasil kerja sama dengan Info Linux, IM3, Pasarlinux.com, LPK Budiman dan Trustix.

Secara sepintas lalu, lanjut dia, masalah negara pembajak itu tidak sebesar masalah-masalah lain. Namun, bagi orang yang bergelut di bidang teknologi informasi, masalah tersebut jelas-jelas merupakan masalah besar.

Bukan hanya karena membajak ini sebagai tindak kejahatan yang melanggar hukum hak cipta internasional, melainkan juga suatu bukti jika bangsa ini termasuk lemah dalam penguasaan teknologi informasi, sehingga tidak mampu menghasilkan produk software sendiri.

Namun, yang menjadi keprihatinan dia adalah kurangnya kesadaran akan penghormatan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) perangkat lunak.

Hal itu mengingat sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia merupakan institusi yang banyak memakai program bajakan.

Bahkan aplikasi program bajakan itu banyak dipakai di bidang akademik, perpustakaan dan laboratorium komputer.

Hak Cipta

"Mereka tidak sadar jika program-program komputer yang dibajak itu merupakan produk-produk bisnis dari perusahaan software dunia yang jelas-jelas dilindungi hukum hak cipta internasional," katanya.

Pembicara lain dalam seminar itu, Jati Setiawan dan Alvin Arrazy, keduanya dari PT Trusindo Nusantara dengan materi Distro Linux Berbahasa Indonesia, dan Drs Rusmanto MM (Pemred Majalah InfoLinux). Moderator R Kresno Aji, Ketua Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang.

Acara itu dibuka Rektor Unissula Dr dr HM Rofiq Anwar SpPA, di dampingi PR I Ir H Sumirin MS dan Kepala UPT Komputer & Teledukasi Imam Much Ibnu Subroto ST.(C25-71k)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA