logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 2 November 2002 Sala & sekitarnya  
Line

Pengadaan Buku Paket Diminta Libatkan Guru

  • Dianggarkan Rp 3 M bagi SD dan SLTP

KARANGASEM - Rencana pengadaan buku paket untuk siswa tingkat SD dan SLTP, baik negeri maupun swasta, di Solo yang dianggarkan Rp 3 miliar, diharapkan benar-benar berfungsi sebagai buku panduan guru dalam mengajar.

Buku-buku yang lain hanya sebagai pendamping. ''Agar buku-buku itu benar-benar sesuai dengan harapan, kami minta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada setiap tingkat dilibatkan dalam penentuan bukunya. Jadi, jangan sampai buku paket tersebut tidak digunakan dan gurunya menggunakan acuan buku lain,'' kata anggota Komisi E DPRD Surakarta HM Iqbal SP SAg, kemarin.

Dia menyebutkan, buku paket itu tak hanya dipegang guru pengajar, tetapi juga dipinjamkan bagi seluruh murid, meski mungkin belum cukup untuk semua mata pelajaran. Meski demikian, buku paket itu diharapkan dapat terus dipakai hingga pergantian kurikulum. dengan begitu, penetapan pengadaannya harus sesuai dengan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) 1994 dan perlu melibatkan MGMP.

Dia menambahkan, pada beberapa tahun terakhir banyak orang tua murid yang mengeluh soal biaya pembelian buku-buku pelajaran yang wajib dimiliki anaknya, setiap tahun ajaran. Padahal, dulu satu buku paket bisa digunakan untuk tahun-tahun selanjutnya.

''Sekarang, setiap guru menemukan buku pendamping baru, murid diwajibkan memiliki. Dengan demikian, hampir setiap tahun pelajaran baru selalu ganti buku pada beberapa mata pelajaran,'' ungkap dia.

Iqbal menambahkan, semula anggaran pengadaan buku-buku paket pelajaran itu diajukan Rp 12 miliar untuk tingkat SD, SLTP dan SLTA. Namun, karena keterbatasan anggaran pada perubahan APBD 2002 lalu, tahap awal ditetapkan Rp 3 miliar.

Balai Pustaka

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Drs H Pradja Suminta SH MM mengungkapkan, buku itu untuk sementara diprioritaskan bagi siswa SD dan SLTP sesuai dengan wajib belajar pendidikan dasar. Pertimbangannya, pemberian buku paket pelajaran dari pemerintah berhenti pada dua tahun terakhir.

''Mengenai proses pengadaannya, kami pernah membicarakan dengan Penerbit Balai Pustaka yang dulu bekerja sama dengan pemerintah menyangkut buku paket. Mereka pernah menyampaikan paparan dan akan menunjukkan contoh-contohnya,'' ungkap dia.

Dia mengemukakan, paparan di Dispora Kantor Cabang Dinas Banjarsari sekitar 10 hari lalu dihadiri para kasubdin, pengawas sekolah, kepala cabang dinas, dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan MGMP. Menurut rencana, buku-buku yang akan diadakan tersebut baru mencakup beberapa mata pelajaran penting, terutama yang diujikan dalam ebtanas. Antara lain, Bahasa Indonesia dan Matematika.(D11-42e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA