
| Rabu, 30 Oktober 2002 | Internasional |
Mobil Tenaga Udara yang Ramah Lingkungan Siap DiluncurkanPARIS - Jules Verne, seorang penulis visioner Prancis abad ke-19, pernah menggambarkan suatu masa depan dunia yang fantastis, yang ditandai oleh mobil yang bergerak di udara (terbang). Dia mungkin tidak sepenuhnya keliru. Guy Negre, seorang penemu dan aktivis lingkungan yang antusias terhadap perkembangan mobil, telah mengembangkan sebuah mobil yang digerakkan udara. Mobil ciptaannya, yang diharapkan sudah beroperasi di jalan-jalan beberapa tahun lagi, memang tidak dapat bergerak di udara seperti khayalan Jules Verne. Pada mobil Negre, udara dingin yang dipadatkan di dalam tanki hingga 300 kali tekanan atmosfer, dipanaskan dan dialirkan ke dalam silinder-silinder seher mesin. Tidak ada pembakaran, sehingga tidak ada polusi. Kenyataannya, kata Negre, udara yang berasal dari pipa buangan mobil temuannya lebih bersih dari-pada udara yang dimasukkan. Hal ini bisa terjadi, karena ada saringan internal. Bahan bakar mobil tersebut dapat diisi ulang di rumah, dengan mengguna-kan kompresor listrik. Dan Negre berharap, suatu hari kelak, para pengendara mengisi tenaga mobil itu di pompa-pompa pengisian udara selama tiga menit dengan harga tidak lebih dari Rp 27.000. Mobil udara tersebut, yang menurutnya akan berharga 6.800 euro (sekitar Rp 60,3 juta), tampak kecil seperti mobil Smart buatan DaimlerChrysler's. ''Mobil kota'' yang kondang itu mudah diparkir, dengan satu baris kursi yang cukup luas untuk tiga orang, dan bagian depannya melengkung seperti kelopak bunga. ''Kita membutuhkan alternatif bagi mobil yang rakus bahan bakar, sehingga saya memutuskan untuk membuat salah satu di antaranya,'' kata mantan teknisi balapan Formula 1 itu pada Reuters, di pameran kendaraan motor di Paris, Minggu lalu. Semula Diejek Negre, yang telah bekerja selama 10 tahun di bidang otomotif, mengakui apa yang didamkannya itu terdengar terlalu bagus dari kenyataan. Namun dia mengatakan, sejumlah orang industri yang semula mengejek penemuannya pada akhirnya diam-diam mendekati mobilnya untuk melihat lebih saksama. Beberapa di antaranya mengatakan, sekalipun mobil itu sendiri tidak mengeluarkan polusi, listrik yang diperlukan untuk memampatkan udara masih berasal dari gardu listrik yang mengeluar-kan asap atau menyisakan limbah nuklir berbahaya. Hambatan besar lain untuk membuat mobil listrik komersial adalah, di sam-ping riset yang butuh puluhan tahun, mobil tersebut masih perlu mengisi bahan bakar jauh lebih sering daripada mobil yang menggunakan bahan bakar bensin. Beberapa pakar mengatakan tidak ada alasan mengapa ''mobil udara'' harus berbeda. ''Konsep mobil yang digerakkan udara tidak sepenuhnya konyol,'' kata John Wormald dari konsultan Autopolis. Menurutnya, lokomotif yang digerakkan udara telah digunakan untuk membantu menggali terowongan rel kereta di pegunungan Alpen agar tidak mengeluarkan asap beracun. ''Namun seperti pada semua gagasan yang luar biasa, masalahnya adalah seberapa besar kepadatan energi dapat Anda sesuaikan dengan tanki,'' kata Worman. ''Jangkauan mobil terebut kemung-kinan menjadi kecil, dan saya tidak tahu apakah itu akan berfungsi.'' Negre mengatakan mobilnya yang dijuluki CityCAT dapat bergerak maksimum selama 10 jam terus-menerus dengan kecepatan rendah, sebelum bahan bakarnya (udara) diisi ulang. Dia bersikeras itu bukan persoalan, karena para pengendara dapat mengisi ulang di rumah masing-masing. Namun Wormald mengatakan, mustahil bagi orang yang tidak punya garasi pribadi atau ruang parkir yang cukup luas untuk memasang alat pengisi bahan bakar mobil udara itu. Bukan Alternatif Keraguan mungkin muncul, apakah perusahaan-perusahaan minyak besar akan tertarik melengkapi pompa bensinnya dengan teknologi baru yang mengganti bensin dengan udara. Negre mengakui CityCAT - yang menurutnya mempunyai kecepatan puncak sekitar 110 kilometer per jam - hanya akan berfungsi sebagai mobil kota. Dia tidak akan membujuk para penggemar mobil untuk meninggalkan Mercedes dan BMW yang bisa berlari cepat. ''Ini bukan alternatif nyata bagi mobil standar,'' katanya. ''Ini kendaraan kota, sehingga kita akan memasarkannya terutama sebagai mobil kedua, yang targetnya terutama kaum perempuan yang cenderung menyukai berpergian dengan kendaraan lebih kecil yang dapat digunakan untuk jarak pendek.'' Wormald berpandangan, model bisnis tersebut banyak kekurangan. ''Masalahnya adalah, orang tidak ingin membeli mobil yang hanya dapat mereka gunakan untuk berkeliling kota,'' kilahnya. Neger berharap, CAT pertama muncul di jalan pada pertengahan 2003, dengan periode penjualan pertama pada akhir 2004. ''Semua teknologinya ada di sana. Kini semua yang kita butuhkan adalah waktu dan uang untuk mengembangkan pabrik dan menjalankannya.'' (rtr-ben-30) |