logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 28 Oktober 2002 Sala  
Line

Lagi, Dua Penumpang Jadi Korban Pembiusan

BANJARSARI- Kasus pembiusan penumpang bus yang telah ''tiarap'' selama tiga minggu, Sabtu (26/10) lalu kembali terjadi. Salah seorang penumpang bus Jadi Mulyo yang naik dari Pulau Gadung, Jakarta Utara yang turun di terminal Tirtonadi, Solo menjadi korban pembiusan.

Gino (24) warga Baturetno Wonogiri yang diketahui tergeletak di salah satu jok bus, ditemukan kru bus dalam keadaan pingsan.

''Warga Wonogiri yang menjadi korban pembiusan itu tiba di terminal Tirtonadi, Sabtu pagi,'' papar Bripka Joko Permono saat dihubungi kemarin.

Hingga Sabtu malam, korban itu tidak sadarkan diri, sehingga petugas belum bisa meminta keterangan dia Beberapa jam tidak sadar diri, warga Wonogiri itu langsung dibawa ke Polsekta Banjarsari untuk mendapat perawatan sementara.

Korban pembiusan yang mendapat minuman dari pelaku di dalam bus itu baru sadar, Minggu (27/10) kemarin. Setelah mendapat keterangan korban, petugas mengetahui dia mengalami kerugian uang Rp 250.000.

''Sedang barang milik korban tidak ada yang diambil oleh pelaku,'' tegas Kapolsekta Banjarsari Iptu Bambang Susilo didampingi Kanitresintel Ipda Sugeng Dwiyanto saat memberi keterangan, kemarin.

Tambah Lagi

Setelah korban pembiusan menimpa warga Baturetno, Minggu kemarin ada korban lagi. Marjan (29) warga Kecobong RT 20 RW 20 Purbalingga yang menumpang bus Sumber Kencono terbius dalam perjalanan dari Surabaya ke Solo.

Seperti korban lain, warga Purbalingga itu di dalam bus ditawari minuman oleh pelaku. Beberapa saat kemudian dia pingsan hingga di terminal Tirtonadi. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 500.000.

Pelaku pembiusan yang terus beraksi itu dibilang nekat, karena aksi kejahatan itu dilakukan bersamaan adanya pengawalan dari petugas kepolisian di sejumlah bus bumel.

''Untuk mengungkap kejahatan ini, dua anggota Polresta telah kita tempatkan di beberapa bus ekonomi yang selama ini menjadi aksi pembiusan para pelaku,'' papar Kapolresta AKBP Drs Bambang Hermanu SH MM.

Meski petugas telah melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kejahatan tersebut, rupanya aksi itu terus terjadi.

'' Berbagai upaya telah kita tempuh untuk mengungkap kejahatan itu, hanya saja hingga sekarang belum membuahkan hasil,'' jelas Kapolresta.

Pada bagian lain, Kapolwil Kombes Drs Hasyim Irianto SH mengatakan meski telah melakukan pengamanan di setiap bus, tapi pihaknya tetap saja kecolongan. Karena itu, pengamanan jalur bus, akan semakin ditingkatkan.

''Tampaknya, penjahat tak merasa takut lagi beraksi di tengah aparat,'' kata dia.

Selain masalah pembiusan ada lagi kasus yang belakangan ini mendapat perhatian ekstra, yakni penjambretan.

''Kasus penjambretan ada tren naik, tapi kondisinya masih wajar,'' katanya.

Disebutkan, walau meningkat tapi kenaikan itu masih dalam batas toleransi, sehingga tidak membuat keresahan warga. ''Walau demikian, kasus itu tetap kami prioritaskan untuk kami tangani segera,'' jelas dia. (G11,san-51)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA