
| Senin, 28 Oktober 2002 | Sala |
Setelah Ramadan Juga Bebas Prostitusi
ALUN-ALUN KIDUL - Pembersihan kawasan Alun-alun Kidul Keraton Surakarta atau biasa disebut Alkid yang akan diawali dengan penutupan tiga pintu masuk pada malam hari menjelang Ramadan hendaknya terus dilakukan. Setelah Ramadan dan Lebaran kawasan itu diharapkan dijaga agar terbebas dari kegiatan kemaksiatan yang berlangsung selama ini. ''Keraton kan sudah berupaya membersihkan dengan menutup tiga pintu masuk pada malam hari. Hal itu sudah dilakukan tiga tahun lalu. Semestinya pemerintah dan kepolisian menindaklanjuti,'' kata Ketua Komisi A (Bidang Ketertiban) DPRD Surakarta, HM Sahil Hasni SH, kemarin. Penutupan pintu masuk ke alun-alun, kata dia, hendaknya dibarengi pemberantasan kegiatan maksiat pada malam hari di tempat itu. Razia bisa dilaksanakan oleh kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kantor Kesejahteraan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan, serta instansi lain. ''Kalau pintu-pintu itu rutin ditutup pada waktu tertentu, lalu penertiban digalakkan, aktivitas maksiat di tempat itu dapat ditekan. Namun penertiban itu jangan hangat-hangat tahi ayam,'' kata anggota FPAN yang bermukim di Pasarkliwon itu. Judi dan Pelacuran Setiap malam alun-alun itu menjadi ajang judi dan pelacuran. Perjudian yang paling banyak dilakukan adalah judi kopyok dengan dadu. Mulai sekitar pukul 19.00 beberapa bandar menggelar arena permainan diterangi lampu minyak tanah. Mereka menyebar ke beberapa bagian lapangan yang minim lampu penerangan jalan itu. Di sela-sela kerumunan penjudi, WTS dan sejumlah waria ''pasang badan'' untuk menarik lelaki hidung belang. Mereka biasa mangkal di beberapa warung hik di kawsan itu. Begitu mencapai kesepakatan, mereka menuju ke kios emplek-emplek yang berderet di tembok pagar alun-alun. Kawsan itu makin malam kian ramai, bahkan mirip pasar malam remang-remang. ''Sebenarnya sudah beberapa kali lampu jalan yang mati di Alun-alun Kidul diganti. Namun baru nyala sebentar, biasanya mati lagi karena dilempari batu oleh orang-orang yang tak suka daerah itu terang,'' kata menantu Sinuhun Paku Buwono XII, KP Satryo Hadinagoro. Sahil meminta kekumuhan kawasan itu harus segera diatasi. Kios emplek-emplek yang menempel ke tembok pagar keliling alun-alun semestinya dibersihkan. ''Apalagi proyek revitalisasi kawasan Keraton Surakarta kini berlangsung dari Alun-alun Lor dan dalam tembok Keraton. Untuk menunjang revitalisasi bertahap itu tak ada jeleknya sejak sekarang kekumuhan Alun-alun Kidul diatasi.'' (D11-51g) Ajang Judi dan Prostitusi
|