logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 28 Oktober 2002 Olahraga  
Line

Jam Terbang Uyun Cs Masih Minim

JAKARTA-Mental bertanding para pembalap sepeda putri yang baru turun di Asian Games 2002 Busan perlu dimatangkan. Uyun Muzizah dan kawan-kawan memiliki peluang berprestasi bagus pada masa datang dalam setiap even internasional. Salah satu sebab kegagalan di Busan adalah jam terbang mereka yang minimal.

''Kalau Uyun, Santia dan Risa Susanti memiliki jam terbang bagus, mereka bisa menghasilkan medali lebih bagus. Uyun mendapatkan perak di Busan karena dicurangi pembalap tuan rumah. Kalau ada jam terbangnya, belum tentu pembalap Korea menang dari Uyun,'' ujar pelatih nomor track Endang Subagyo di Jakarta.

Dia menyebutkan, dalam setiap pertandingan, tekanan dari lawan sering terjadi. Uyun Muzizah mengalami hal tersebut di Busan. Dia didorong pembalap tuan rumah dan mengalah dengan memberikan jalan. Jika memiliki jam terbang tinggi, Uyun tidak akan memberikan jalan pada lawannya.

''Uyun kalah seperseribu detik karena 'mempersilakan' lawannya. Mestinya itu tidak boleh dia lakukan,'' jelas Endang Subagyo.

Saling memepet disebutnya sebagai hal biasa. ''Uyun bisa mengimbangi Zhao Haijuan dari Cina karena bakatnya yang luar biasa. Zhao adalah pembalap Cina yang biasa tampil di world series.''

Strategi

Uyun, tandasnya, akan memiliki speed dan power yang bagus jika memiliki jam terbang tinggi. Strategi bertandingnya juga akan terasah bila sering berkompetisi secara internasional.

''Kami optimistis, Uyun, Santia, dan Risa bisa berprestasi maksimal di beberapa even internasional mendatang. Syarat utamanya adalah mereka sering diberi pengalaman tanding internasional,'' ungkap Endang Subagyo.

Endang Subagyo menyebutkan, target PB ISSI agar pembalapnya meraih emas sebenarnya bisa terpenuhi. Kekalahan Uyun yang mendapatkan perak lebih karena dicurangi pembalap tuan rumah dan bukan karena kualitas teknik.

''Pemantauan kekuatan lawan juga mesti dilakukan. Tonton kalah dari pembalap negara-negara pecahan Uni Soviet karena buta kekuatan lawan. Ini yang tidak terantipasi semua pihak,'' ujarnya. (D3-22e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA