logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 28 Oktober 2002 Olahraga  
Line

Ambisi ''Threepeat'' Aspac Kesampaian

JAKARTA-Tim Aspac Texmaco akhirnya mampu mewujudkan ambisinya untuk meraih threepeat (gelar ketiga berturut-turut) setelah di babak final kedua, kembali menggilas Satria Muda, 68-51 (32-27) dalam pertandingan yang berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno Senayan, semalam.

Berkat kesuksesan tersebut, mereka meraih hadiah uang tunai Rp 35 juta, ditambah Rp 15 juta dari Kratingdaeng. Satria Muda mengantongi hadiah uang Rp 30 juta, dan tambahan Rp 7,5 juta dari Kratingdaeng.

Terpilih sebagai pemain terbaik (MVP) sepanjang kompetisi tahun ini adalah pemain Aspac, Riko Hantono. Bintang Bhinneka Solo, I Made Sudianyana (Loliek), yang dalam kompetisi 2000 serta 2001 terpilih sebagai pemain terbaik, kali ini hanya terpilih sebagai yang terbaik dalam rebound dan top scorer.

Terpilih sebagai yang terbaik dalam melakukan assist adalah AF Rinaldo (Aspac), sedangkan Suko Daryono yang juga dari Aspac, terbaik dalam melakukan block. Wahyu Widayat Jati dari Satria Muda memenangi penghargaan most steal.

Ketat

Pertandingan final kedua yang sempat diwarnai ''perang'' antarsuporter berjalan cukup ketat, terutama di kuarter pertama dan kedua. Ketatnya permainan membuat kedua tim tidak mudah mencetak angka.

Memasuki kuarter ketiga, Satria Muda yang tampak frustrasi mulai menunjukkan permainan keras. Namun, itu tidak membuat lawannya terpancing. Lewat permainan gemilang Deny Sumargo, AF Rinaldo, Riko Hantono, serta Rommy Chandra, mereka mampu menambah angka demi angka.

Satria Muda memang sempat menyamakan kedudukan 32-32, sebelum akhirnya Aspac terus menjauhinya, terutama lewat lemparan-lemparan Rommy dan AF Rinaldo. Di kuarter ketiga, tim yang diasuh duet Bong Ramos dan Tjetjep Firmansyah itu unggul 46-35.

Di kuarter keempat, tempo permainan agak mengendur. Ini karena para pemain Satria Muda merasa peluangnya untuk mengejar kian sulit. Apalagi di kuarter ini, AF Rinaldo tercatat 3 kali mampu melakukan tembakan 3 angka yang membuat perolehan angka timnya makin jauh meninggalkan lawan.

Satu menit menjelang pertandingan usai, mereka sudah unggul 64-45. Saat wasit meniup peluit menyusul terjadinya pelanggaran yang dilakukan pemain Satria Muda, kubu Aspac terutama pelatih Tjetjef dan Bong Ramos langsung berpelukan seolah-olah pertandingan sudah berakhir. (bn-22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA