logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 28 Oktober 2002 Berita Utama  
Line

Gara-gara Bom Mainan Jalur Pantura-Indramayu Macet

INDRAMAYU - Jajaran Polres Indramayu sejak Minggu dini hari melancarkan razia kendaraan umum dan pribadi yang melintas di Jalan Raya Pantura Indramayu. Hal itu menyusul penemuan bom mainan di jembatan Sungai Cimanuk II, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (26/10) Subuh.

Kapolres Indramayu AKBP Drs Eko Hadi Surtedjo kepada wartawan, Minggu, mengatakan, razia dilakukan pada siang dan malam terhadap seluruh kendaraan yang melintasi jalur Pantura Indramayu tanpa terkecuali.

"Razia itu selain kepada para pengendara kendaraan bermotor, juga kepada preman-preman jalanan yang biasa beroperasi di jalur pantura, termasuk di sekitar wilayah Jatibarang," katanya.

Menurut Kapolres, preman-preman pantura itu selama ini sering meresahkan masyarakat, terutama pengendara kendaraan yang kerap dipalak pada titik rawan kemacetan dan tempat pemberhentian penumpang umum.

Temuan benda asing oleh anggota PJR Jatibarang dan DLLAJ Indramayu semula diduga bom rakitan, ternyata berdasarkan penyelidikan petugas Jihandak Sat Brimob Polda Jabar Batalion C Cirebon ternyata hanya bom mainan.

"Tiga tabung merah itu, masing-masing panjangnya 20 centimeter dengan garis tengah 2 centimeter, terbuat dari potongan bambu yang sengaja dipasang kabel dan dihubungkan ke baterai, sehingga seolah-olah menyerupai bom rakitan," ungkap Kapolres.

Temuan bom mainan itu tidak hanya membuat masyarakat setempat kaget, Kasatserse Polres Indramayu AKP Jidin Siagian pun ketika ditemui di lokasi penemuan memprediksi benda asing yang dijinakkan Bripka Pol A Thabroni, anggota PJR Jatibarang itu bom rakitan.

"Kita telah sama-sama menyaksikan benda asing yang terbungkus kantong kresek dan dibalut koran itu ternyata bukan bom," ujarnya.

Sekalipun penyelidikan petugas Jihandak menyimpulkan benda asing tadi bom mainan, polisi akan tetap mengusut siapa pelaku yang iseng menaruh bungkusan mirip bom di atas jembatan itu.

"Pelakunya pasti akan kami tangkap, karena walaupun perbuatannya dikategorikan sekadar iseng, mereka telah membuat takut masyarakat," katanya.

Teror bom juga melanda Malang. Konfercab GP Ansor di Hotel Pelangi pada Sabtu siang tertunda karena muncul teror lewat telepon yang mengatakan di lantai II tempat berlangsung acara itu sudah dipasangi bom. Padahal, saat itu juga Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Saifullah Yusuf sedang dalam perjalanan menuju acara.

Isu bom di acara konfercab tersebut semakin menambah merebaknya isu-isu serupa di kota Malang. (jo,ant-29e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA