logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 28 Oktober 2002 Berita Utama  
Line

Pendidikan Ekonomi Terlalu Teoritis

JAKARTA - Pendidikan ekonomi di Fakultas Ekonomi terlalu teoritis dan kurang memberikan keterampilan praktis. Padahal, di dunia kerja, keterampilan itu lebih dibutuhkan agar para lulusan lebih siap pakai. Sekarang kenyataannya baru siap latih. Karena itu, diminta agar perubahan kurikulum sering dilakukan menyesuaikan kebutuhan. Misalnya, perlu ada materi tentang leadership atau keterampilan manajerial lainnya.

Demikian antara lain yang mengemuka dalam diskusi "Peran Alumni dalam Pengembangan Fakultas Ekonomi Undip" di Hotel Horison Jakarta Sabtu lalu. Diskusi digelar dalam rangka Reuni Akbar FE Undip pada Minggu 27 Oktober 2002 di tempat yang sama.

Reuni berlangsung meriah dihadiri sekitar 400 alumnus dari angkatan tertua sampai yang paling muda. Mereka dari berbagai kota khususnya Jakarta. Sampai saat ini Fakultas Ekonomi Undip meluluskan lebih 5.000 orang dan itu merupakan potensi alumni yang bisa dikembangkan.

Hadir dalam diskusi dan reuni, antara lain Dekan Dr Chabachib, Ketua IKA Undip Cabang Jakarta Sigit Pramono yang juga Presdir Bank Internasional Indonesia, dosen-dosen senior, sesepuh Alumni Undip seperti Direktur Utama BTN Kodradi dan mantan Dekan Drs Daryono Rahardjo.

Akuntansi Lebih Siap

Dalam diskusi terungkap, di antara tiga jurusan dalam ekonomi yakni Manajemen, Ekonomi Pembangunan dan Akuntansi, jurusan Akuntansilah yang ternyata lebih siap pakai. Karena mahasiswanya tidak saja dibekali pengetahuan (knowledge) melainkan juga keterampilan (skills). Karena itulah rata-rata jurusan ini lebih siap bekerja daripada yang lain.

Juga terungkap kelemahan umum lulusan FE Undip, yakni kemampuan bahasa Inggris yang kurang memadai. Karena itu fakultas diminta mempersiapkan program khusus untuk mengatasi hal tersebut.

Mengenai pemberdayaan alumni, tampaknya sekarang kurang optimal. Belum ada suatu pengembangan jejaring (network) baik dalam lingkup regional, nasional maupun internasional. Padahal potensinya sangat besar untuk membantu pengembangan fakultas. Lebih-lebih setelah nanti Undip menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Selain belum ada "alumni services" atau "placement services" yang memadai, perlu dikembangkan Pusat Informasi misalnya menyangkut peluang dan kesempatan kerja bagi para lulusan baru yang belum memperoleh pekerjaan.

Panitia Reuni Akbar kemudian menyerahkan bantuan dana Rp 100 juta kepada Fakultas dan segera mempersiapkan pergantian kepengurusan Ikafe Undip yang sekarang diketuai Drs Wiratno MEc yang juga Pembantu Rektor Undip. (bp-16e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA