logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 28 Oktober 2002 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Anggota FPG yang Membelot Terancam Dikenai Recall

CILACAP- Lima anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Cilacap yang membelot pada Pilkada lalu terancam di-recall. Mereka dianggap mengkhianati partai.

Sejak awal Partai Golkar sudah memerintahkan kepada seluruh anggota FPG agar mendukung dan memberikan hak suaranya kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diajukan FPG.

Kemungkinan di-recall-nya kelima anggota FPG muncul setelah seluruh Pimpinan Kecamatan (PK) se-Kabupaten Cilacap mendesak partai agar me-recall mereka. Desakan dari para PK tadi disampaikan pada acara rapat konsolidasi yang berlangsung di Gedung DPD II, kemarin.

''Pada acara itu, semua PK mendesak agar lima anggota yang melakukan pembelotan ditarik dari keanggotaan dewan. Desakan dari PK cukup kuat, sehingga partai harus segera mengambil sikap,'' kata fungsionaris DPD II, Bambang Sri Wahono SH SpN, kemarin.

Dikatakan, pada Pilkada lalu, FPG mencalonkan pasangan Drs H Soetoro Ronoseputro MM dan Bambang Sri Wahono SH SpN. FPG menargetkan suara yang diperoleh pasangan tersebut minimal sembilan suara. Sebab, FPG memiliki anggota sembilan orang.

Cukup Berat

Jika target tersebut tercapai, berarti FPG sukses menjaga keutuhan suara. Meskipun pasangan calon yang diajukan FPG tidak terpilih. Mengingat, beban yang dipikul FPG untuk menghadapi koalisi antara FPDI-P dan Fraksi Persatuan Nasional (FPN) cukup berat. Sebab, FPDI-P punya anggota 18 orang, sedangkan FPN punya anggota enam orang.

Tetapi pada kenyataannya, suara yang diperoleh pasangan calon dari FPG bukannya sembilan melainkan hanya empat. Sementara pasangan Probo dan Thohirin mendapat 25 suara.

Di sisi lain, pasangan calon dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), yaitu Kolonel (Purn) Ir H Daeng Mubtadi dan Ir M Sonhaji Imron berhasil memperoleh 16 suara. Padahal anggota FKB hanya tujuh orang, terdiri 6 orang dari PKB dan satu orang dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Melihat kenyataan tersebut, berarti ada lima anggota FPG yang membelot. Sebagian besar anggota FPG yang membelot diduga kuat memberikan hak suaranya kepada pasangan Daeng dan Sonhaji.

''Jadi sangatlah wajar kalau para PK mendesak agar kelima anggota FPG tadi di-recall. Sebab, mereka telah melakukan pembelotan dengan cara memberikan hak suaranya kepada pasangan calon lain. Padahal, FPG mengajukan calon sendiri,'' ujar Bambang.

Sejumlah PK mengatakan, desakan itu disampaikan demi masa depan partai. Kalau Partai Golkar tidak menindak mereka, maka nasib partai di Pemilu 2004 akan suram.

Sebab, semua warga Partai Golkar sudah tahu bahwa wakil-wakilnya yang duduk di Dewan tidak memperjuangkan aspirasi dan amanat partai melainkan hanya memperjuangkan kepentingan pribadi semata.

''Di dunia politik, melakukan pembelotan untuk kepentingan partai lain merupakan suatu bentuk penghianatan terhadap partai sendiri. Bentuk penghianatan semacam ini tidak dapat ditoleransi dan bagi siapa saja yang melakukannya layak diberi sanksi organisasi,'' ujar mereka. (ag-47)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA