| INDEKS BERITA HARI INI | Minggu, 27 Oktober 2002 |
Akhirnya 90 Sandera Tewas
|
Barayev Penuhi Tekad
MOVSAR Barayev, pemimpin gerilyawan yang berjanji untuk mati demi tujuannya, juga tewas dalam serbuan tentara di gedung teater itu, kemarin. Dia adalah kemenakan laki-laki Arbi Barayev, komandan perang yang ditakuti yang tewas tahun lalu di republik Rusia selatan yang memisahkan diri itu. |
|
|
"Jangan Serahkan Negara ke Politikus"
|
Rehabilitasi Bali Perlu Enam Bulan
JEPARA- Pemerintah perlu bekerja keras memulihkan citra kepariwisataan pascaledakan bom di Bali. Untuk keperluan rehabilitasi tersebut, pemerintah mematok enam bulan ke depan sudah bisa mengembalikan situasi dan kondisi menjadi normal. ''Kita harus mengambil langkah cepat dan strategis dalam menyikapi kasus bom tersebut. |
|
Ngruki Minta Penundaan Pemeriksaan
SOLO- Menjelang kesembuhan Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustaz Abu Bakar Ba'asyir dari sakitnya, keluarga besar Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki mengirim surat kepada Kapolri untuk meminta agar proses pemeriksaan pimpinan mereka ditunda dua-tiga hari lagi. |
Soal Penangkapan Ba'asyir "Pemerintah Bermain Api" PURBALINGGA- Apa yang dilakukan pemerintah berkaitan dengan penangkapan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir merupakan test case. Ketua Umum KAHMI Dr HM Fuad Bawazier mengemukakan, pemerintah saat ini sedang bertaruh karena harus dapat membuktikan tuduhan terhadap amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) tersebut. |
|
| TAMU MINGGU INI Polri Perlu Dipraperadilankan
|
Pasar Randublatung Ludes Terbakar
|
|
|
Teliti Berburu Barang Diskon
|
Gus Dur: Anggota Dewan Maunya Disuapi
PURWOKERTO- Mantan presiden KH Abdurrahman Wahid mengkritik kinerja pemerintahan Indonesia saat ini. Kritik dia terutama terkait dengan sikap pemerintah dalam penanganan kasus ledakan bom Bali, penegakan kedaulatan hukum, dan perilaku pejabat/pemimpin yang mementingkan diri pribadi. |
|
|
Gabungan LSM Tolak Perpu Antiterorisme
JAKARTA- Gabungan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan gerakan pemuda menolak perpu antiterorisme. ''Pemberlakuan Perpu Antiterorisme sama dengan menumbuhkan sikap militerisme di negara ini,'' tandas Ketua Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik Yusuf Lakaseng di kantor Kontras Jakarta, Sabtu kemarin. |
||