
| Jumat, 25 Oktober 2002 | Sala |
SerambiIngin Jadikan TKI sebagai Duta BangsaSEBUAH terobosan dilontarkan Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Jateng, KRHT Kresno Handayaningrat, untuk mengangkat kembali citra Indonesia setelah pengeboman di Bali. Gagasan dia cukup sederhana. Yakni, menjadikan setiap TKI yang bekerja di luar negeri sebagai duta bangsa. Berikut petikan wawancara dengan dia. Apa yang menjadi gagasan Anda itu? Kita tentu prihatin setelah terjadi tragedi di Bali. Karena itu tanggung jawab kita bersama untuk mengatasi persoalan. Bukan hanya pemerintah, melainkan juga TKI di luar negeri. Kita harus bangkit dari keterpurukan. Kita juga harus mengembalikan citra sebagai bangsa cinta damai dan aman bagi turis asing. Apa yang perlu dilakukan TKI? Kita tahu yang paling dirugikan akibat tragedi Bali adalah sektor pariwisata. Nah, kita perlu menyosialisasikan bahwa Indonesia aman bagi wisatawan. Sekarang berita di luar tentang kondisi negara ini lebih banyak negatifnya. Karena itu tugas sampingan TKI adalah menjelaskan kepada orang asing di lingkungan tempat kerja mereka. Perlukah mereka mendapat materi pembekalan? Itu sangat penting. Pembekalan bisa dilakukan Dinas Pariwisata, Asita, atau biro perjalanan wisata. Soal materi mereka lebih tahu, sedangkan Apjati Jateng akan membuka diri soal pembekalan ini. Setiap TKI diharapkan mampu memberikan informasi tentang kondisi keamanan Indonesia secara benar. Apakah Anda yakin cara itu efektif? Efektif atau tidak langkah itu sangat tergantung pada dukungan warga. Saya kira cara itu tetap positif. Meski harus didukung langkah-langkah lain. Tetapi yang terpenting citra diri bangsa ini naik. Dengan demikian, makin cepat bagi kita terlepas dari keterpurukan.(Budi Santoso-42g) |