logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 25 Oktober 2002 Sala  
Line

Depot Ikan Laut untuk Kepentingan Masyarakat

RENCANA pembangunan depot ikan laut mendapat tanggapan positif dari konsumen terutama para penggemar ikan laut. Melalui depot mereka dapat membeli ikan steril dan siap masak.

''Saya berharap rencana membuka depot berorientasi tidak hanya sekadar meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi sebagai salah satu bentuk pelayanan publik atau konsumen,'' ungkap Ny Rini warga kota Boyolali, kemarin.

Dengan depot ikan, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan drh Djoko Waluyo memang berharap memberi kontribusi kepada PAD. Selama ini balai benih ikan di Umbul Tlatar, Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali sudah menjadi langganan para pengusaha pemancingan ikan.

Setiap saat pengusaha ikan membutuhkan bila stok habis.

''Jadi, saya optimistis depot ikan akan mendapat tempat di hati masyarakat,'' ujar Djoko.

Lewat depot ikan, lanjutnya, konsumen yang membutuhkan ikan laut bisa langsung membeli atau memesan dan siap masak. Selain itu dijamin steril dan terbebas dari penyakit.

Hal itu bukan berarti ikan di balai benih kurang sehat. Semua ikan yang dikonsumsi publik dijamin kesehatannya. Hanya saja ikan laut di depot siap masak.

Sebagaimana diberitakan, Dinas Peternakan dan Perikanan berencana membuka depot daging dan ikan laut di bekas asrama SPG, sekitar Pasar Boyolali. Pembangunan depot dibiayai dengan APBD 2002, Rp 200 juta. Depot daging ikan diharapkan memberikan kontribusi kepada PAD.

Terancam Gagal

Ny Rini, satu dari warga Boyolali yang menyukai ikan laut, mengharapankan agar depot ikan laut tidak hanya memberikan kontribusi kepada PAD.

''Saya berharap agar orientasi rencana pembangunan depot ikan laut tidak hanya mengejar keuntungan. Pelayanan publik atau konsumen harus menjadi bagian tujuan mendirikan depot,'' papar Ny Rini yang mengaku hampir seminggu sekali menikmati ikan laut di Umbul Tlatar.

Depot ikan akan disuplai oleh balai benih ikan. Pembangunan balai itu dibiayai oleh APBD 2001, Rp 180 juta. Awal Juli lalu balai benih itu terancam gagal lantaran terserang virus.

Serangan virus pada ikan di situ setiap hari dilaporkan ratusan ekor. Penyakit yang menyerang ikan tersebut disebabkan oleh virus sebagai infeksi primer. Ikan yang terserang dan cepat mati adalah karper dan koi.

Djoko Waluyo mengakui adanya serangan ikan. Namun sekarang sudah bisa ditanggulangi dan terbebas dari penyakit. Ikan dalam kondisi sehat dan steril. Jadi, siap dikonsumsi masyarakat lewat depot.(Suti Harjoyo-70j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA