| INDEKS BERITA HARI INI | Selasa, 22 Oktober 2002 |
Penataan Pasar Bulu Ricuh Lagi
SEMARANG SELATAN- Upaya penataan Pasar Bulu Semarang yang dilakukan aparat gabungan dari Pemkot, Polisi, dan TNI, Senin (21/10) kembali diwarnai kericuhan. |
Demo ke Balai Kota
BALAI KOTA- Sekitar 100 orang pedagang Pasar Bulu, Senin (21/10) berdemo ke Balai Kota Semarang. Aksi unjuk rasa itu merupakan buntut dari ketidakpuasan mereka terhadap upaya penataan Pasar Bulu. Mereka mulai bergerak sekitar pukul 11.45 dengan berjalan kaki menuju Balai Kota. |
|
|
PDAM Susun Standar Pelayanan Minimal (2) Perlu Belajar dari Daerah Lain BUKAN tidak mungkin standar pelayanan minimal (SPM) yang tengah disusun PDAM nantinya akan menjadi bumerang bagi perusahaan itu sendiri. Ini bisa terjadi jika standar yang disusun tak sesuai dengan kondisi yang ada dalam perusahaan. |
KJHAM Mundur dari PPKPA
SEMARANG- Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) menyatakan mundur dari Pusat Penanganan Krisis Perempuan dan Anak (PPKPPA). LSM tersebut menilai Pemprov Jateng tidak bisa memberikan skala prioritas anggaran sehingga pengambilan keputusannya cenderung sepihak. |
|
|
Ditangkap, Memukul Pejalan Kaki
TUGU- Sudah jatuh tertimpa tangga. Nasib sial itu menimpa M Yulianto (42), warga Jl Mintojiwo I/9, Jumat (18/10). Setelah tertabrak sepeda motor, anggota Satpol PP Kecamatan Tugu itu dipukuli oleh dua penumpang kendaraan tersebut hingga luka-luka. Akibatnya, dia terpaksa dirawat di RS Tugurejo. |
Matahari dan Mal Ciputra Sambut Baik Jembatan Niaga
SEMARANG- Pengelola Plasa Simpanglima (PSL) atau Matahari dan Mal Ciputra menyambut baik rencana pembuatan jembatan penghubung antara kedua pasar swalayan itu. Rencana pembuatan ''jembatan niaga'' itu mereka nilai cukup positif. |
|
Uji Kendaraan Agar Penuhi Standar
SEMARANG-Fasilitas dan peralatan pengujian berkala kendaraan bermotor yang saat ini ditangani Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, pada tahun 2003 harus sudah memenuhi standar Departemen Perhubungan. Kalau Kabupaten/Kota belum mampu menyediakan peralatan tersebut, bisa bekerja sama dengan daerah lain yang telah memiliki peralatan itu atau DLLAJ Jateng. |
Banyak Elite yang Imannya Terbalik
SEMARANG- Pada era reformasi sekarang, banyak orang yang iman atau prinsip hidupnya terbalik. Ibarat pepatah, seharusnya berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Yaitu bersakit-sakit dulu dan bersenang-senang kemudian. Kenyataannya, ujar Prof Dr Damardjati Supadjar, kini banyak pejabat dan elite politik yang lebih dahulu mengutamakan kepentingan diri atau partai daripada mengupayakan kesejahteraan rakyat banyak. |
|
|
Perguruan Tinggi Harus seperti Perusahaan
SEMARANG-Pengelolaan perguruan tinggi harus seperti perusahaan, sehingga dapat bekerja lebih leluasa dan profesional. Otonomi yang diberikan merupakan kesempatan karena memberikan kebebasan untuk mencari pendapatan. |
Festival Busana Muslim
SEMARANG- Untuk kali ketiga belas, Yayasan Adhi Luhung Jalan Peterongan Timur 324C/D, telepon 8312324, faksimile 7460904, menggelar Festival Busana Muslim dan Desainer Terbaik 2002 Se-Jateng dan DIY. Ketua yayasan itu yang juga ketua panitia, Ny Dina Ali Hanafiah, mengemukakan |
|
|
Ceramah Pariwisata Berbasis Masyarakat
SEMARANG - Depari bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan ceramah pariwisata bertajuk Pariwisata Berbasis Masyarakat, dengan pembicara Drs Bambang Sunaryo MSc dari UGM Yogyakarta. |
Kadit Lantas Polda Jateng : Polisi Berpendidikan Khusus 30 % SEMARANG-Kadit Lantas Polda Jateng Kombes Pol Drs Zairin Bustami mengungkapkan, polisi lalu lintas yang mempunyai pendidikan khusus kelalulintasan saat ini baru mencapai sekitar 30 persen. |
|
Tiga Hari Guru SMK Pancasila Mogok
GROBOGAN - Sekitar 75 orang guru SMK dan SMU Pancasila di Jalan Diponegoro Purwodadi, Grobogan, kemarin menuntut Kepala Sekolah Parmo BE mengundurkan diri. Dia merangkap jabatan sebagai kepala SMU Pancasila. Mereka menuduh dia merusak manajemen karena mengelola sendiri keuangan sekolah. |
35.000 Ha Padi Labuhan Terancam Puso
GROBOGAN - Sekitar 35.000 ha tanaman pertanian di daerah irigasi teknis di Kabupaten Grobogan terancam mati akibat kekeringan. Waduk Kedungombo akhir Oktober ini dimungkinkan tak dapat menyuplai air untuk puluhan ribu hektare tanaman itu lantaran elevasinya diperkirakan menurun di bawah ambang batas. |
|
|
Jajaran NU Diserukan Salat Istisqa
GROBOGAN - NU Cabang Grobogan dan jajarannya diserukan supaya mengadakan salat istisqa (minta hujan). Sebab petani di daerah itu dan sekitarnya membutuhkan air untuk kepentingan tanam padi musim tanam labuhan 2002. |
Data dalam Repetada Dinilai Fiktif
UNGARAN-Panitia khusus dan tim perencanaan Pemerintah Kabupaten dipermalukan anggota DPRD dalam rapat paripurna penetapan Perda Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (Repetada), Senin (21/10). |
|
|
Bahasa Indonesia Jangan Hanya sebagai Ilmu
SALATIGA - Pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah hendaknya tidak diajarkan kepada para siswa hanya sebagai ilmu, tetapi juga alat pemersatu bangsa. Demikian dikatakan Kasubdin Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Drs Suwilan Wisnu Yuwono MM pada Diklat Baca Tulis bagi Guru SLTP Bahasa Indonesia Negeri/Swasta se-Jateng, 17-23 Oktober, di Gedung Sinode, Salatiga. |
Peserta KB Lestari 25 Tahun Minta Penghargaan
PADA tahun 1970-an sosialisasi program keluarga berencana (KB) memang luar biasa besar. Tidak hanya di kota-kota, pelosok desa pun tidak lepas dari rambahan program KB. Jenis alat kontrasepsi pun bermacam-macam. Ada suntik, pil, IUD atau spiral, dan steril. Bahkan dalam perkembangan terakhir digalakkan pula program KB vasektomi. |
|