logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 22 Oktober 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Promosi Daerah Harus Jeli dan Kreatif

KETENARAN atau keunggulan suatu daerah, adalah potensi yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Maksudnya, jika suatu daerah memiliki dua unsur tersebut tentu daerah itu harus jeli dan kreatif memanfaatkannya. Jangan setengah hati.

Karena dampak dari semua itu akan berpengaruh di segala sektor. Antara lain, kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau pendapatan rata-rata penduduknya yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap daerah sekitar.

Rangkuman pendapat tersebut , dikemukakan Bambang Siswanto (57), pengusaha shuttlecock berlabel Sinar Mutiara di kantornya Jl Kapten Sudibyo 116 Kota Tegal.

Pengusaha yang punya nama lain Lie Ce Pauw itu dikenal berperan aktif menghimpun ratusan perajin shuttlecock daerahnya dan sekitarnya.

Sedangkan pendapat tersebut , didasarkan atas pengalaman selama ini ketika melihat banyak event yang layak dipoles untuk mengenalkan keunggulan daerahnya

Sebagai contoh, ketika dalang Ki Enthus Susmono, pementasan kesenian berskala besar baik di alun-alun, GOR Wisanggeni atau di lokasi wisata Pantai Alam Indah (PAI), Pekan Raya Tegal 2002, dan terakhir event olah raga berskala nasional dan masuk kalender PBSI, Sinar Mutiara Cup XI Sirkuit Nasional Bulutangkis Zone B yang berlangsung selama empat hari, pada 8 -12 Oktober lalu.

Jeli Kreatif

Beberapa peristiwa penting tersebut , kata dia, kalau jeli dan kreatif mengolahnya akan menjadi ajang promosi yang efektif. Karena semua potensi daerah mudah diketahui masyarakat luas. Tidak hanya daerah sekitar, melainkan daerah-daerah lain yang selama ini mengenal lewat brosur, akan melihat secara langsung.

Kota Tegal yang telah dicanangkan sebagai Kota Jasa, tentu harus mampu melayani tamu-tamu luar daerah yang bertandang. Cara melayani, bisa dengan memberikan informasi seluas-luasnya, baik tempat wisata, hiburan malam atau oleh-oleh yang bisa dibawa pulang pengunjung.

Ketika terjadi gawe besar semacam sirkuit nasional bulutangkis, dia melihat hampir semua hotel dari kelas melati, bintang satu dan bintang tiga di kotanya, banyak dipadati para atlet maupun keluarganya yang akan memberi dukungan.

Mereka datang hampir dari seluruh penjuru tanah air. Kalau seluruh potensi yang ada di kotanya disatukan dan menjadikan event itu sebagai ajang promosi untuk mengenalkan daerahnya, tentu itu menjadi sarana yang efektif.

Sebagai misal, di PAI diselenggarakan hiburan yang menarik untuk menghibur pengunjung atau atlet luar daerah. Lokasi karaoke atau diskotek dibuat menarik. Juga kerajinan-kerajinan masyarakat pesisir dapat dipamerkan, tentu menjadikan daya tarik tersendiri.

''Saya banyak ditanya pembina, pelatih dan atlet bulutangkis, di mana mereka kalau akan mencari hiburan ringan di malam hari. Atau di saat-saat santai untuk melepaskan kepenatan,'' papar Ce Pauw.

Karena kesibukannya selaku panitia penyelenggara event itu, dia hanya bisa menunjukkan beberapa saja. Paling repot adalah kalau harus menunjukkan sarana transportasi menuju lokasi yang diinginkan. Dia hanya menjawab, Kota Tegal yang tidak begitu luas cukup ditempuh dengan becak saja. Kalau toh ada angkutan, dia juga kerepotan menunjukkannya.

''Jadi kemudahan dan informasi ringan seperti ini merupakan pelayanan yang dibutuhkan mereka. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa saling membenahi. Kita tidak boleh menyalahkan siapa-siapa. Karena apa yang saya lihat, hendaknya dapat dijadikan masukan penting bagi pembuat kebijakan,'' tandasnya.(Riyono Toepra-56)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA