logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 22 Oktober 2002 Jawa Tengah - Muria  
Line

ATR-Pusdiklat Migas ''Pisah Ranjang''

CEPU - Kabar tak sedap menerpa hubungan Akademi Teknologi Ronggolawe (ATR) dan Pusdiklat Migas, Cepu. Dua lembaga yang dulu seiring selangkah tahun 1986 itu kini dikabarkan ''pisah ranjang'' sejak empat bulan lalu. Itu berpuncak pada pengunduran diri Dr Ir Mudjito, Kepala Pusdiklat Migas, dari kursi Direktur ATR.

Hubungan kedua lembaga pun makin tak harmonis. Semula ketidakharmonisan hubungan tidak tercium masyarakat luar, termasuk wartawan.

Kabar itu berembus bermula dari pernyataan Bupati Blora Ir H Basuki Widodo saat wisuda angkatan XI ATR Cepu, Sabtu lalu. Ketika memberikan sambutan Bupati menyatakan di hadapan ratusan tamu undangan, ''Wisuda kali ini istimewa, karena saya dengar ATR 'pisah ranjang' dari Pusdiklat Migas yang merupakan pendiri lembaga pendidikan ini.''

Ucapan itu menimbulkan pertanyaan di benak ke-217 wisudawan, termasuk wartawan yang meliput acara tersebut.

Sebab, ATR Cepu didirikan pemimpin Pusdiklat Migas yang peduli terhadap pendidikan di bidang teknologi mesin, elektro, dan sipil. Karena terlalu manis, akademi itu mendapatkan subsidi seperti air, listrik secara gratis dari Pusdiklat Migas, termasuk dosen.

Kenapa Bupati menyatakan ATR berpisah ranjang dari Pusdiklat Migas yang merupakan sang ''bapak''? Seusai wisuda Direktur ATR Cepu Moch Arif Yulianto MM mengakui hubungan antara ATR dan Pusdiklat Migas empat bulan terakhir agak terganggu. Namun itu masalah pribadi pemimpin Migas dan ATR, bukan antara Migas dan ATR.

''Memang ada trouble hubungan ATR dan Migas. Saya kira hanya miskomunikasi atau komunikasi yang buntu. Yakni, soal hal keterbukaan Migas pimpinan Pak Mudjito yang juga Direktur ATR dengan karyawan dan mahasiswa ATR. Kepemimpinan bisa dalam arti soal keuangan atau kebijakan,'' kata Moch Arif (rp-78g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA