
| Senin, 21 Oktober 2002 | Sala |
Air PDAM untuk Irigasi SawahSRAGEN-Kebocoran pipa air PDAM di Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, ternyata berdampak positif bagi petani. Pasalnya, seorang petani di musim kemarau ini mampu memanen padi seluas 0,25 hektare di Desa Majenang, Kecamatan Sukodono. Padi jenis IR 64 itu berhasil dipanen belum lama ini, tanpa mengalami kendala irigasi partanian. Hal itu karena saat dia menanam padi di lahan sangat dekat dengan lokasi terjadinya kebocoran pipa air minum. ''Tumpahan air itu dimanfaatkan untuk irigasi pertanian,'' tutur Kades Majenang, Gunardi kemarin. Dia sudah melaporkan perihal perpipaan yang bocor itu sejak tiga bulan lalu. Tapi belum ada perhatian maupun tanggapan petugas teknis PDAM untuk mengatasi masalah kebocoran. Dia melapor karena kebocoran dianggap bisa merugikan perusahaan air minum, sekaligus memancing kecemburuan petani lain. Tapi karena kebocoran tidak segera diatasi, air yang terbuang itu dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian. Dilaporkan Tentu saja, pemilik sawah sangat bahagia. Masalahnya di sekitar petak sawah itu kekeringan. Sedangkan petani yang ketiban rezeki dari kebocoran air, mampu bercocok tanam di musim kemarau sampai bisa panen. Kalau kebocoran itu tidak segera diatasi, dikhawatirkan petani lain akan meminta jatah air dari bocoran pipa itu. Selain itu, di musim kemarau banyak desa menginginkan pengiriman air bersih, di Desa Majenang kebocoran air malah dipakai untuk irigasi pertanian. ''Saya pernah melaporkan kebocoran air malah dicurigai petugas PDAM. Apa Pak Lurah mempunyai hubungan saudara dengan pemilik sawah?'' tanya saat berdialog bersama Bupati H Untung Wiyono dan sejumlah pelanggan air minum di ruang Aula II Setda, Jumat lalu. Dalam kesempatan itu, Bupati H Untung meminta Dirut PDAM Drs H Taufik Kurachman menuntaskan semua pengaduan masyarakat. (nin-14) |