
| Senin, 21 Oktober 2002 | Olahraga |
Rustamaji Puas Soetadi Tak KecewaSLEMAN - Persijap Jepara Yr menjadi juara sejati Liga Bogasari U-18/Piala Suratin, karena tim itu menjadi satu-satunya tim yang tak pernah terkalahkan sepanjang kompetisi tingkat yunior digelar tahun ini. Dwi Adi Yuono dkk selalu mencetak kemenangan, termasuk tak pernah mencatat hasil seri, sehingga mereka layak menyandang gelar tersebut. "Kami puas. Meskipun sejak awal kami sudah yakin akan juara, namun hasil ini tetap membuat kami merasa luar biasa. Kini kami menjadi juara sejati karena tak pernah terkalahkan di kompetisi ini," kata asisten pelatih Persijap Rustamaji di Stadion Tridadi, Sleman, kemarin. Menurutnya, sejak awal target timnya adalah juara. "Bukannya kami sombong, tapi sejak awal kami sudah bekerja keras untuk menjadi juara". Dia menilai, pada pertandingan kemarin anak-anak asuhannya tampil bagus. Wajar jika kemenangan besar diraihnya. Seluruh pemain menampilkan permainan penuh disiplin tinggi, didukung semangat yang luar biasa. Sejak awal hingga partai tersebut berakhir, Dwi Adi Yuono tak mengendurkan tekanan, meskipun mereka sudah unggul besar. "Anak-anak layak menjadi juara. Mereka bermain sangat bagus. Mereka disiplin. Saya puas, sangat puas melihat hasil kerja mereka," ujarnya berkali-kali. Di babak '4 besar" ini, Persijap mencatat hasil sempurna, dengan menang 2-1 atas Persebaya, 2-0 atas PSS Sleman, dan terakhir 4-0 atas PSIS Semarang. Menerima Sebaliknya, Cornelis Soetadi yang mengarsiteki PSIS terlihat lesu. Meskipun demikian, dia tetap memuji penampilan anak-anak asuhannya. Keberhasilan masuk ke babak "4 besar", kendati akhirnya gagal secara menyakitkan ketika berebut gelar melawan Persijap, sudah merupakan prestasi bagus. "Anak-anak sudah menunjukkan perjuangan yang keras. Absennya Eko Prasetyo di lini belakang dan tidak fitnya Eko Prasetyo Aryanto membuat penampilan kami kurang bagus. Tapi, secara keseluruhan Persijap memang lebih unggul," ujar dia. Soetadi mengaku tak terlalu kecewa, sekalipun gelar yang sudah di depan mata akhirnya menjadi milik orang lain. Menurut dia, barangkali belum waktunya PSIS menjadi juara. "Yang penting, anak-anak sudah menunjukkan kerja keras. Mereka telah berjuang habis-habisan. Hasil ini sudah merupakan yang maksimal bagi kami," tambahnya. Berbeda dari Persijap yang langsung masuk ke babak utama, PSIS mengikuti Piala Suratin 2002 mulai dari bawah. Tim itu harus melakukan pertandingan dari penyisihan kedua yang diikuti 32 tim, hingga akhirnya lolos ke babak "4 besar". Target mereka sejak awal hanya mencapai "8 besar", karena itu sukses menerobos ke "4 besar" sudah merupakan prestasi tersendiri. "Anak-anak tidak gagal. Mereka berhasil, karena target kami terlampaui. Kami bahkan menjadi runner up. Ini hasil yang baik bagi kami". (sgt,F3-57) |