
| Senin, 21 Oktober 2002 | Olahraga |
Disangka Pukul Gagan, Loliek Diusir
JAKARTA - Dianggap memukul salah seorang pemain lawan, Gagan Rahmat, pemain andalan Bhinneka, I Made "Loliek" Sudianyana langsung diusir wasit dalam partai kedua semifinal Kobatama melawan Satria Muda di Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin. Akibat tampil tanpa bintangnya tersebut, klub asal Solo itu pincang dan harus mengakui keunggulan lawannya 52-66 (18-35). Kekalahan itu terasa menyesakkan, mengingat mereka hanya membutuhkan satu kali lagi kemenangan. Di partai pertama, tim itu menang 65-56 (33-35). Partai semifinal itu dimainkan sekali lagi pada Selasa besok di tempat yang sama mulai pukul 18.00. Pemenangnya akan berhadapan dengan Aspac Texmaco di final. Babak final mulai dimainkan 26 Oktober, dengan sistem the best of three. Dalam pertemua kedua, semalam, Aspac Texmaco berhasil mengalahkan Panasia Indosyntech 64-55. Loliek diusir saat pertandingan perempat waktu kedua baru berjalan satu menit dengan skor 10-17 untuk Satria Muda. Dia mengaku sangat kecewa dengan keputusan wasit tersebut. Pasalnya, apa yang dia lakukan disebutnya sama sekali di luar kesengajaan. "Saya baru saja melakukan rebound, tahu-tahu Gagan menyerobot bola dari belakang hingga dia tersikut. Saya betul-betul kecewa," kata Loliek yang akibat keputusan wasit tersebut harus meninggalkan bangku cadangan. Dalam keterangan pers, pelatih kepala Bhinneka Zhang Da Wei dan asistennya Armin Johan secara tegas mengungkapkan, tindakan pemainnya sama sekali bukan pemukulan. Yang terjadi, lanjutnya, pada saat Loliek memutar badan sehabis melakukan rebound, tiba-tiba Gagan muncul dari belakang. Secara refleks, Loliek langsung memutar badan yang akhirnya membuat dia seolah-olah menyikut badan Gagan. "Mari kita saksikan bersama-sama di layar SCTV, dari replay yang ditayangkan berulang-ulang, apa yang dilakukan Loliek betul-betul di luar kesengajaan," papar Armin Johan. Hanya, baik Zhang Da Wei maupun Armin Johan mengaku pihaknya tidak mau menyalahkan wasit, yang kebetulan sepanjang pertandingan banyak menerima protes dari kedua tim.(bn-22e) |