logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 21 Oktober 2002 Berita Utama  
Line

Persijap Boyong Piala Suratin

KALI KETIGA: Tim Persijap foto bersama dengan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar, setelah pertandingan terakhir di Stdion Tridadi Sleman mengalahkan PSIS 4-0. Ini kali ketiga Persijap juara Piala Suratin. (Foto: Suara Merdeka/sgt-57e)

SLEMAN - ''Laskar Muda Kalinyamat'' kembali memboyong Piala Suratin ke Jepara setelah pada pertandingan terakhir babak ''4 besar'' di Stadion Tridadi, Sleman kemarin secara meyakinkan mengatasi PSIS Semarang 4-0. Empat gol Persijap itu dicetak oleh Noor Hadi menit ke-20, Dwi Adi Yuono (40, 71) dan M Rizal (47). PSIS yang bermain jauh di bawah form sama sekali tak berkutik menghadapi gempuran penuh semangat anak-anak asuhan Eddy Santoso.

Pada awal-awal babak pertama, permainan kedua tim sebenarnya berlangsung cukup berimbang. Kedua tim silih berganti melakukan serangan. Namun Persijap lebih banyak memiliki peluang emas dibanding Eko Prasetyo Aryanto dkk. Kinerja duet striker Noor Hadi-Achmad Yaenuri membuat trio pertahanan laskar muda ''Mahesa Jenar'' yang terdiri atas Eko Prasetyo Aryanto, Dedeyan dan Yusuf Sultan Mudo kalang kabut.

Sementara serangan-serangan yang dilakukan oleh duet ujung tombak PSIS, Kris Daniel dan Waris selalu mentah di kaki pemain-pemain belakang Persijap. Penampilan disiplin kwartet bek Dwi Adi Yuono, Darma Riyadi, Kasmudi dan M Rokip, membuat Waris dan Kris Daniel tak berkutik. Keduanya bahkan tak mampu mendekati gawang Persijap yang dijaga oleh Didik Santoso.

Pada menit ke-20, lewat pergerakan yang sangat cerdik Noor Hadi berhasil mencetak gol. Skor 1-0 untuk Persijap ini membuat pertandingan berjalan makin menarik. Persijap yang berada di atas angin terus melakukan gempuran ke gawang PSIS. Lebih dari enam kali - terutama oleh Noor Hadi dan M Rizal - mereka nyaris membobol gawang Wahyu Joko. Sayang, peluang-peluang itu melayang begitu saja.

Pada menit ke-40, sebuah serangan yang tertata rapi dibangun dari rusuk kanan, Persijap kembali menekan pertahanan anak-anak asuhan Cornelis Soetadi. Ketika Noor Hadi tinggal berhadapan dengan kiper, para pemain pemain belakang PSIS yang terlihat panik melanggarnya. Wasit Yesayas Laihitu pun menunjuk titik putih, penalti. Eksekusi yang dilakukan oleh Dwi Adi Yuono - pemain bertubuh tinggi kekar yang dibesarkan oleh PSIS sebelum bergabung ke Diklat Ragunan dan kemudian direkrut Persijap - tak mampu dibendung oleh Wahyu Joko.

Tidak Imbang

Skor 2-0 ini membuat permainan berubah total. Jika sebelumnya PSIS mampu mengimbangi tekanan anak-anak Jepara, kali ini menjadi lain. Mereka bermain kacau. Bukan hanya lini belakang yang terlihat panik, barisan gelandang pun tak mampu bekerja baik. Sementara ujung tombak Kris Daniel-Waris ''habis'' di bawah kendali para pemain belakang Persijap.

Pada babak kedua, praktis permainan menjadi milik anak-anak Jepara. Hanya sesekali PSIS mampu melakukan serangan balik. Itu pun nyaris tak berbahaya. Sebaliknya, Jepara terus menerus melakukan gempuran. Penampilan gemilang playmaker M Rizal, makin membuat PSIS tak berkutik.

Pada menit ke-47, Rizal menunjukkan kelasnya sebagai playmaker berbakat luar biasa. Pemain bertubuh mungil ini men-drible bola dari tengah, melewati beberapa pemain PSIS, sebelum akhirnya dilanggar. Wasit memberikan hukuman tendangan bebas.

Eksekusi yang dilakukan oleh Noor Hadi berhasil diblok Wahyu Joko, namun bola muntah ke depan gawang yang langsung diserobot oleh Chanief Muhajirin. Tapi, lagi-lagi bola berhasil di blok kiper dan kembali muntah. Kali ini ke kaki M Rizal yang langsung melesakkannya dengan tendangan silang kiri.

Persijap melengkapi kemenangan dengan gol keempat pada menit ke-71 lewat penalti yang dilakukan oleh Dwi Adi Yuono, setelah Achmad Yaenuri yang nyaris mencetak gol dilanggar Doni Gunawan.

Dengan hasil ini, Persijap kembali juara setelah gelar yang sama mereka raih tahun 1998 lalu. Mereka berhak atas Piala Suratin dan uang pembinaan Rp 50 juta. Sementara PSIS yang hanya menargetkan masuk ke babak ''8 besar'' harus puas menjadi runner up dan hadiah Rp 30 juta.

Juara ketiga diraih Persebaya yang secara mengejutkan kemarin mengalahkan tuan rumah PSS Sleman 1-0. Tim juara bertahan itu berhak atas hadiah Rp 20 juta, sementara PSS menerima uang pembinaan Rp 15 juta. Gelar pemain terbaik diterima oleh Agus Purwoko, kapten tim PSS Sleman, dan top scorer dipegang Noor Hadi yang mengoleksi 14 gol, yang masing-masing mendapat hadiah uang Rp 2,5 juta. (F3,sgt-57)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA