
| Senin, 21 Oktober 2002 | Berita Utama |
Rachma: Gus Dur Tak Salahi AD/ART PKBBOROBUDUR - Masuknya KH Abdurrahman Wahid, Ketua Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menjadi Presidium Tertinggi Partai Pelopor, tidak menyalahi AD/ART PKB. "Saya juga menjadi presidium tertinggi. Saya diajak Gus Dur untuk berjuang hingga masyarakat adil dan makmur. Perjuangan itu memerlukan dukungan warga nahdliyin dan kaum nasionalis," kata Rachmawati Soekarnoputri, kemarin. Dalam acara haflah at tasyakkur lil ikhtitam Ke-59 Asrama Perguruan Islam Pesantren Tegalrejo, Kabupaten Magelang, dia menegaskan, keberadaan Gus Dur bukan untuk kepentingan politik, tetapi kepentingan nasional. Dia mengemukakan, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang masih memiliki hati nurani, membela kebenaran, dan berani melawan kebatilan. "Meskipun Gus Dur sudah meyakinkan kita semua, yang ada sekarang bukanlah pemimpin, tetapi penguasa. Tidak memperjuangkan kepentingan rakyat banyak, terutama wong cilik. Mereka ini terpuruk oleh situasi krisis yang melanda bangsa Indonesia," ujar adik Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut. Karena itu, dia mengajak berjuang hingga cita-cita founding fathers kita, terutama Bung Karno, yakni masyarakat yang adil dan makmur tercapai. Sementara itu, Gus Dur mengatakan, penundaan pembayaran utang luar negeri Indonesia 5 tahun ke depan membuat jengkel negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Jepang. Besarnya dana yang ditunda pembayarannya tadi 230 miliar dolar Amerika. Jika PKB memenangi Pemilu 2004, uang itu akan dia gunakan untuk menaikkan gaji PNS dan TNI-Polri sekitar 100 miliar dolar Amerika. "Agar PNS tidak lagi KKN. Dan tak ada lagi pula oknum anggota TNI-Polri yang menjadi beking perjudian," katanya. Sebelum itu Gus Dur berziarah di makam KH Abdurrahman Bin Ahmad Badawi (62), Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan Mranggen, Demak, yang meninggal Kamis lalu. Gus Dur membaca zikir dan wirid didampingi KHMS Lutfil Hakim Muslih dan KHM Hanif Muslih Lc. Sebelum meninggal dunia, Gus Dur juga menjenguk KH Abdurrahman Badawi di RS Telogorejo Semarang. (pr-60e) |