
| Senin, 21 Oktober 2002 | Berita Utama |
Jurkam PPP di Bawah StandarSEMARANG - Kualitas juru kampanye (jurkam) DPW PPP Jateng masih di bawah standar. Mereka cenderung hanya bisa mengkritik persoalan tanpa bisa memberikan solusinya. Bahkan, untuk menarik massa tidak sedikit jurkam yang selalu menghujat dan mencaci-maki orang lain. "Cara-cara seperti itu tidak akan memecahkan masalah bangsa dan negara. Justru sebaliknya, hal itu akan mengeruhkan problematika bangsa ini," kata Ketua DPW PPP HA Thoyfoer MC ketika membuka Musyawarah Kerja Wilayah 2002 DPW PPP Jateng di Balai Diklat Srondol, kemarin. Hadir dalam acara tersebut Gubernur H Mardiyanto, Wakil Sekjen DPP PPP Zuhad Mahja SHCN, Fungsionaris DPP Husaen Umar, Wakapolda Jateng Brigjen Pol D Sumantyawan HS, Kepala Kesbanglimas HS Prayitno, dan Kepala BIKK Setda Jateng Drs Anwar Cholil. Muskerwil yang akan berlangsung dua hari (20-21/10) itu diikuti pengurus 35 DPC se-Jateng, Biro-biro DPW, MPC, dan Dewan Pakar. Thoyfoer meminta para jurkam dalam menyampaikan prinsip dakwah politik harus berpenampilan akhlakul karimah. Artinya, berdakwah yang mengundang simpati orang lain dan bisa menyejukkan hati. PPP tidak akan pernah memperoleh kebesaran dalam pemilu mendatang, kalau tidak bisa menanamkan rasa sayang kepada pihak lain. "Apalagi jika penghujatan dan permusuhan itu kita tujukan kepada anggota masyarakat. Hal itu tidak akan membesarkan partai, tetapi justru mengancam kesatuan dan persatuan bangsa," katanya. Dia mengakui hingga sekarang PPP masih cenderung bersikap reaktif atas sejumlah persoalan bangsa. Para kader hanya pintar mengkritik tanpa memberikan solusi alternatifnya. "Sikap itu memang perlu, tetapi ketika PPP masih menjadi partai pinggiran. Kini berbeda, PPP menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan. Kita dituntut menawarkan sejumlah pemikiran konseptual berdasarkan pada khazanah pemikiran Islam," ujarnya. (D14-60e) |