logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 21 Oktober 2002 Berita Utama  
Line

HUT Golkar, Kader "Nyeberang" Diundang

Semarang-Aula Wisma Karya, gedung pertemuan di kompleks Kantor DPD I Partai Golkar Jateng, Jalan Kiai Saleh Semarang, Sabtu malam tampak sumringah. Ratusan orang berseragam kuning duduk lelesan di atas hamparan karpet. Di tengah-tengah mereka terdapat nasi tumpeng berwarna kuning.

Minggu, 20 Oktober kemarin adalah HUT Ke-38 Partai Golkar. "Memang ada yang mengusulkan perubahan tanggal kelahiran disesuaikan perubahan dari Golkar menjadi Partai Golkar. Tetapi kami sepakat bahwa Partai Golkar adalah tidak lepas dari perjalanan sejarah Golongan Karya yang lahir 20 Oktober 1964," tegas Ketua DPD I H Moh Hasbi.

Mantan Ketua DPD H Alip Pandoyo kemudian dipersilakan memotong tumpeng diiringi lagu "Happy Birthday Golkar". Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada H Moh Hasbi. Ulang tahun itu terlihat lebih semarak dengan hadirnya sejumlah pejabat Pemprov, mantan-mantan bupati/wali kota pada zaman Orde Baru, mantan anggota Fraksi Karya Pembangunan (FKP) DPR RI, DPRD I, dan DPRD II, pemuda, remaja, dan ormas di bawah partai itu.

Pejabat yang hadir yaitu Gubernur Jateng H Mardiyanto, Kepala Kesbanglinmas H Slamet Prayitno, Sekwilda H Mardjiono SH, Kepala BIKK Drs Anwar Cholil, dan beberapa pejabat dari Polda Jateng. Mantan-mantan bupati/ wali kota misalnya H Moh Soepardi, HM Soehoed, dan H Soekardi. Ketua Kadinda Jateng H Soendoro BSc juga hadir, meski tidak memakai jaket warna kuning.

Yel-yel

Wakil Ketua DPD I H Bambang Raya Saputra yang kini menjadi Ketua DPD II Kota Semarang hadir bersama kader-kader partai dari Ibu Kota Provinsi Jateng. Mereka meneriakkan yel-yel, "Golkar menang, rakyat senang, Semarang aman, Indonesia murah sandang pangan". "Golkar maju, Indonesia bersatu, Pancasila Jaya".

"HUT kali ini memang kami manfaatkan untuk mengumpulkan balung pisah. Bahkan, kader-kader yang sudah nyeberang atau pindah ke partai lain kita undang untuk hadir. Ya tujuannya untuk silaturahmi," tutur Sekretaris Drs KH Ahmad. "Kami akan merangkul kembali para kader yang dalam Pemilu 1997 dan 1999 lalu menyeberang ke partai lain. Dulu mereka menyeberang karena terpaksa, sebab mendapat tekanan dari pihak lain. Kini mumpung dalam nuansa ulang tahun, mereka kami rekatkan kembali," kata Ketua Panitia Soejatno Pedro Hd.

Kegiatan HUT Ke-35 pada tahun 1999 kalau diumpamakan mobil hanya berkecepatan 40 km/jam, pada tahun 2000 ditingkatkan menjadi 50 km/jam, dan pada tahun 2001 menjadi 60 km/jam.

"Nah pada tahun ini kita tancap gas menjadi 80 km/jam. Sebab, kondisi saat ini sudah memungkinkan untuk tancap gas, kalau tidak kita justru akan ketinggalan,"katanya.

Untuk meringankan beban masyarakat kecil, panitia sengaja mengerahkan 70 persen untuk kegiatan dan pengabdian masyarakat. Bakti sosial itu dilakukan oleh seluruh DPD II Kabupaten/kota di Jateng.

Ketua DPD I Partai Golkar Jateng HM Hasbi menjelaskan, partainya menargetkan akan memperoleh suara sekitar 17-20 persen dalam Pemilu 2004. Target tersebut bukan mengada-ada, sebab saat ini partainya mulai melakukan langkah-langkah konkret. Seperti melakukan pengaderan generasi muda, konsolidasi intern, dan upaya perbaiki citra partai.

"Dulu Golkar dituduh ber-KKN, kini biarlah masyarakat yang menilai. Apakah kondisi saat ini lebih baik daripada masa lalu," katanya.

H Alip Pandoyo memperkirakan perolehan suara partai itu dalam Pemilu 2004 akan lebih baik. "Suasananya sudah cukup baik untuk Golkar. Asal tetap konsisten dan komitmen dengan tujuan kelahirannya, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tetap kukuhnya Pancasila," katanya.

Menurut Gubernur H Mardiyanto, sebagai partai yang telah memiliki jam terbang tinggi dan pengalaman yang cukup dalam dinamika kehidupan politik, tentu kesempatan ulang tahun akan didayagunakan sebaik-baiknya, terutama untuk evaluasi dan mawasdiri. Dia minta parpol tidak sekadar memperjuangkan kepentingan kelompoknya, tetapi lebih mengedepankan kerja sama dalam memperjuangkan nasib rakyat, terpeliharanya rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta terwujudnya iklim kondusif agar upaya menyejahterakan rakyat benar-benar dapat berjalan lancar.(D14-60t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA