
| Senin, 21 Oktober 2002 | Ekonomi |
Smart Link Flexi Account Perkuat Posisi AllianzSEMARANG - Menyusul sukses memasarkan Smart Link Maxi Account tahun lalu, kini PT Asuransi Allianz Life Indonesia meluncurkan lagi produk serupa bernama Smart Link Flexi Account. Peluncuran produk baru itu juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya perusahaan asuransi asal Jerman tersebut memperkuat dan meningkatkan posisi pasarnya. "Kami berharap, peluncuran produk itu akan memberikan banyak pilihan bagi masyarakat untuk masuk ke Allianz, sehingga memperkuat pasar kami di Indonesia," kata Mary Tan, Regional Director Semarang, seusai peluncuran di Semarang, kemarin. Dia mengemukakan, kini perusahaannya memiliki sekitar 16 produk asuransi jiwa. Mulai produk dwiguna, asuransi pendidikan, hingga produk link yang baru diluncurkan. Antara Smart Link Maxi Account dan Smart Link Flexi Account, lanjut dia, pada dasarnya hampir serupa. Bedanya hanya pada sistem pembayaran. Sebelum itu premi dibayar sekaligus, sedangkan produk baru bisa dibayar setiap tahun. Dua Pilihan "Selain itu, didukung oleh tim penasihat dari Allianz Asset Management, kami menawarkan dua pilihan investasi pada Smart Link Flexi Account," jelas dia pada acara yang dihadiri oleh Wira Arjina, Sales Director Asuransi Allianz Life Indonesia itu. Pilihan itu adalah cash fund rupiah bagi mereka yang konservatif dengan risiko rendah dan fixed income rupiah bagi yang mendambakan hasil investasi maksimal. "Untuk menjadi pemegang polis produk baru itu bisa dimulai dari premi senilai Rp 2,5 juta/tahun dengan nilai pertanggungan hingga Rp 500 juta," tuturnya. Posisi Allianz dalam industri asuransi di Semarang khususnya dan Jateng umumnya, Mary mengatakan, cukup bagus perkembangannya. Hal itu terbukti hingga Agustus lalu pencapaian preminya sudah 80% dari target Rp 14 miliar. Sementara itu, polisnya sudah 78% dari target 4.000 nasabah. "Dibandingkan dengan tahun lalu, pencapaian saat ini meningkat. Polis naik 160% dan premi 270% dari posisi 2001," jelasnya yang membawahkan wilayah Semarang, Kudus, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, hingga Indramayu. Tentang dampak pengeboman di Bali, dia mengatakan, bagi industri asuransi justru positif. "Dari kasus itu kami berharap bisa membuka kesadaran masyarakat memanfaatkan jasa asuransi. Bisa Anda bayangkan, bagaimana nasib mereka yang terkena musibah tersebut dan tidak memiliki perlindungan asuransi."(G2-69e) |