logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 21 Oktober 2002 Ekonomi  
Line

Pasar Modal Syariah Segera Diluncurkan

  • Peraturannya Sedang Digodok Bapepam

SEMARANG - Dewan Syariah Nasional (DSN) menyatakan, perkembangan proses pembentukan pasar modal syariah memasuki tahap terakhir. Saat ini seluruh pedoman dan peraturan dipersiapkan oleh Bapepam. Diperkirakan produk alternatif investasi baru itu paling lambat pada akhir bulan ini beroperasi.

"Sekarang pedoman dan peraturannya sedang digodok lagi oleh Bapepam. Namun, antara Bepepam dan DSN serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) selesai merumuskan ketentuan dan pedomannya. Mungkin dalam waktu dekat bisa diluncurkan," kata KH Ma'ruf Amin, Komite Ahli DSN, di sela-sela sosialisasi perbankan syariah di Kantor BI Semarang Jalan Imam Bardjo, akhir pekan lalu.

Amin menyebutkan, pedoman yang kini dibahas oleh Bapepam adalah hasil kajian DSN yang berkaitan dengan persyaratan pendirian bursa saham syariah. Hal itu termasuk pelaksanaan syariah, baik format usaha maupun investasi yang dilakukan.

"Misalnya perusahaan yang masuk bursa tidak boleh berspekulasi tinggi dan usahanya tidak mengandung maksiat," jelasnya.

Hingga kini, lanjut dia, beberapa perusahaan sudah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan bersama oleh Bapepam, MUI, dan DSN. Antara lain, perusahaan emiten yang kini masuk di Jakarta Islamic Indeks ada 30 perusahaan.

Menjanjikan

Satu-satunya perusahaan yang sudah melakukan perdagangan saham dengan sistem syariah adalah Indosat. "Perusahaan yang lain mungkin akan menyusul setelah pasar modal syariah dioperasikan," tuturnya.

Pasar modal syariah, kata dia, mempunyai prospek menjanjikan. Hal itu terbukti, banyak perusahaan yang ingin masuk. Bahkan, saat ini beberapa perusahaan mulai mengumpulkan persyaratan yang harus dipenuhi.

"Itu jelas membanggakan dan perlu didukung oleh umat Islam," tegas dia.

Dia menambahkan, pembentukan pasar modal syariah sangat menguntungkan investor. Apalagi setelah melihat sistem syariah bagi hasil yang memiliki prospek keuntungan besar.

Tidak sedikit investor berniat memilih masuk pasar modal syariah setelah mengetahui prosesnya. Itu dilakukan oleh mereka yang sedikit banyak tahu ilmu fikih.

"Sebab, mereka merasa telah berusaha sesuai dengan ilmu fikih setelah masuk pasar modal syariah. Mereka juga beruntung, karena jual-beli saham yang dilakukan lebih banyak mendapatkan untung," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Biro Perbankan Syariah BI Hatief Hadikoesomo mengatakan, pengembangan keuangan dan ekonomi syariah, khususnya perbankan syariah tidak akan berjalan optimal bila tidak didukung oleh intitusi keuangan dan ekonomi syariah, misalnya asuransi, pasar modal, koperasi, dan lembaga keuangan mikro.

"Alim ulama, akademisi, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lain menjadi tumpuan penting untuk memberikan informasi keberadaan syariah kepada masyarakat." (G2-53e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA