logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 21 Oktober 2002 Ekonomi  
Line

Telegram Akan Ditutup

MALANG-Mulai 1 November 2002, PT Telkom Divre V Jatim akan menutup jasa layanan telegram. Penutupan tersebut, salah satu alasannya dilandasi oleh makin maraknya penggunaan teknologi yang lebih maju, yaitu internet dan terus merosotnya pendapatan dari jasa layanan tersebut.

Menurut Humas PT Telkom Divre V Djadi Soegiarto, penutupan tersebut berlaku secara nasional. Merosotnya pendapatan Telkom bisa dilihat dari perbandingan pendapatan Januari 2001 dengan bulan September 2002, yaitu dari Rp 214 juta turun hingga tinggal tersisa Rp 4 juta.

Manajer Humas Telkom Heru Widodo juga mengatakan, penutupan unit bisnis tersebut merupakan pilihan terbaik yang bisa ditempuh. "Memang ada kecenderungan masyarakat mulai meninggalkan jasa layanan ini," ungkap Heru, kemarin.

Mulai 1 November, Telkom Jatim menutup 10 kantor layanan telegram yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Jember, Balung, Ambulu, Banyuwangi, Madiun, Ponorogo, Malang dan Blitar. Sebanyak 178 loket layanan telegram lainnya di Indonesia juga akan ditutup. Telkom Jatim sebelumnya juga telah menutup 115 lokasi outlet layanan telegramnya.

Tajamnya penurunan pendapatan Telkom dari bisnis telegram itu, antara lain juga dipengaruhi oleh makin membudayanya kebiasaan orang mengirimkan pesan teks melalui fasilitas short Message Service (SMS) yang dioperasikan perusahaan telepon selular (ponsel).

Selain itu, merebaknya penggunaan internet makin memudahkan masyarakat untuk mengakses situs-situs yang menyediakan layanan gratis pengiriman surat elektronik berupa e-mail yang lebih cepat dan serba canggih dengan biaya yang lebih murah. "Faktor lain adalah makin meratanya wartel di Indonesia. Di Jatim saja tercatat lebih dari 35.000 buah wartel tersebar hingga di kota-kota kecamatan," jelas Heru.(jo-69)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA