
| Senin, 21 Oktober 2002 | Ekonomi |
Pengadaan Rumah Tahun 2003 Naik 22%JAKARTA-Perum Perumnas tahun depan akan membangun 9.452 unit rumah atau meningkat sekitar 22% dibandingkan dengan tahun ini. Target itu berdasarkan data pertumbuhan ekonomi yang membaik dan kebutuhan perumahan yang meningkat. Demikian dikemukakan oleh Direktur Utama Perumnas M Latief, akhir pekan lalu. Menurut dia, peningkatan kebutuhan rumah itu juga akibat penurunan suku bunga bank sehingga mendorong kemampuan konsumen untuk memiliki rumah. "Pasar kami masih sangat besar. Jika rencana tahun depan berhasil, maka diperkirakan pendapatan Perumnas akan naik sekitar 48% menjadi Rp 682 miliar." Hingga September lalu, lanjut dia, realisasi target pembangunan rumah bersubsidi 2002 mencapai 2.807 unit (69%) senilai Rp 47, 35 miliar, sedangkan nonsubsidi terealisasi 1.902 unit (47%) senilai Rp 64,44 miliar. Mengenai penyaluran subsidi kredit kepemilikan rumah (KPR) rumah sederhana (RS) dan rumah sangat sederhana (RSS), dia mengatakan Perumnas tak memiliki masalah dengan Bank BTN sebagai penyalur. Namun, yang masih menjadi persoalan adalah yang mendapatkan subsidi hanya RSS dan RS tipe 27, sedangkan RS tipe 36 tidak lagi disubsidi. Kebijakan tersebut membuat Perumnas tidak mungkin lagi hanya mengandalkan KPR bersubsidi dalam mengembangkan usaha, tapi harus berusaha menyiasati kebijakan itu dengan melakukan pola-pola subsidi silang. Caranya, kata dia, dengan menjual rumah-rumah yang dibangun untuk kepentingan komersial. Keuntungan yang didapat dari usaha itu digunakan untuk mengembangkan perusahaan dan sebagian dimanfaatkan menyubsidi rumah dibangun tanpa subsidi. Soal utang, Latief menargetkan paling lambat tahun 2005 mampu melunasi semua utang, baik kepada pemerintah maupun Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum). "Sebab, hingga September 2002 kami berhasil memasarkan 4.053 unit dari total 7.730 unit dengan pendapatan senilai Rp 247,528 miliar." (tri-53) |