logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 21 Oktober 2002 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

''Jangan Percaya Calo atau Joki''

BANJARNEGARA - Jika ada oknum PNS Pemkab yang terlibat percaloan atau joki saat seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2002, pemkab tak segan menjatuhkan sanksi terberat pada oknum itu.

''Jangan percaya calo atau joki. PNS di Banjarnegara jangan mau dijadikan calo atau joki,'' pesan Wakil Bupati Drs Hadi Supeno MSi kemarin.

Pengalaman beberapa tahun lalu, kisah Wabup, ada empat orang CPNS tenaga kependidikan asal kabupaten ini yang berusaha lewat. Sampai kini naaib mereka terkatung-katung.

Padahal keempatnya sudah dapat Nomor Induk Pegawai (NIP) dan tinggal menunggu penempatan. Karena tak kunjung ditempatkan, mereka menelusuri ke pusat. ternyata NIP itu milik orang lain. ''Serapi-rapinya percaloan, terbongkar juga. Yang rugi selalu pendaftar,'' ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Banjarnegara bersama 14 kota/kabupaten lain dengan fasilitas Pemprov Jateng tahun ini membuka pendaftaran CPNS. Di kabuoaten ini tersedia 122 formasi tenaga kependidikan dan tenaga teknis tertentu.

Kependidikan ada formasi 71 orang, terdiri guru kelas SD (40), guru kelas SDLB (2), guru matematika, fisika, bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan PPKN SLTP masing-masing 5 formasi, serta guru seni tari SLTP (4).

Tenaga kesehatan untuk RSUD dan puskesmas ada 4 formasi, analis kesehatan/tenaga laborat (4), pelaksana rontgen/radiologi (2) dan pelaksana anestesi untuk RSUD satu formasi. Tenaga teknis tertentu, terdiri programer komputer (2), perencana wilayah dan kota (3), analis anggaran/tenaga keuangan (4), dokter hewan (1), geolog (2), kehutanan (2), perpustakaan (4), pramukantor (5) dan pengemudi (5).

Belum Mencukupi

Dijelaskan, perencanaan seleksi penerimaan CPNS secara makro, pembuatan dan koreksi soal ditangani Pemprov. Pemkab hanya ditugasi mendaftar, menyeleksi administrasi pendaftaran dan menyediakan lokasi testing.

Wabug mengatakan, formasi CPNS yang tersedia saat ini masih jauh dari kebutuhan. Tenaga guru SD/TK, misalnya, masih butuh sekitar 2000 orang, hanya terpenuhi 70 orang. Dokter umum masih butuh 15 orang. ''Belum lagi tenaga teknis lain seperti sarjana kehutanan, geologi dan programer komputer. Banjarnegara berpotensi akan barang tambang dan kehutanan tapi belum punya tenaga ahli itu,'' ujarnya.

Kabag Kepegawaian Drs Setyawan menambahkan, calon pendaftar di kabupaten ini bila lulus akan ditempatkan di Pemkab setempat. Formasi sejumlah itu, untuk mengisi kekosongan pegawai disini. Hadi Supeno khawatir jumlah pendaftar CPNS di kabupaten ini bakal tak terbendung. Sebab di kabupaten ini juga ada formasi tenaga teknis tertentu di luar kependidikan. Untuk itu panitia, diminta mengantisipasi sedini mungkin.

''Bisa saja calon dari Temanggung, Kabupaten Magelang atau Purwokerto, mendaftar disini (Banjarnegara-Red), karena di kabupaten itu tak ada pendaftaran,'' ujar Hadi. (A9-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Analisis | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA