
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Surat Pembaca |
Pelayanan Dispenduk dan Capil MemuaskanTerima kasih kepada Dispenduk dan Capil Kota Semarang atas pelayananya yang memuaskan. Waktu penyelesaian lebih cepat dari yang dijanjikan dan biaya sesuai Perda tanpa ada tambahan, asal syarat lengkap pasti beres. Mudah-mudahan pelayanan ini dicontoh instansi lain. Misal di instansi tertentu waktu penyelesaian memang bagus tetapi masih ada biaya tambahan yang tidak sesuai Perda. Di IMB dan HO, penyelesaiannya tidak sesuai janji. Begitu pula masalah biaya sering membengkak tidak karuan. Di BPN waktu penyelesaian lebih parah lagi serta belum pernah tepat waktu termasuk biaya, sehingga saya tidak bisa ngomong lagi. Saran saya agar ins tansi lain dapat berguru kepada Dispendu dan Capil. Bukankah mereka abdi masyarakat yang mendapatkan gaji dari Pemerintah. Mulyadi *** Mencari Teman LamaSaya mohon bantuan pembaca jika mengetahui keberadaan teman lama saya agar memberitahukan ke e-mail: coi2002@telkom.net. Saya mempunyai teman saat di Program Matrikulasi Universitas Satya Wacana (Salatiga) tahun 1987. Kami berpisah, saya kuliah di Salatiga sedang dia di Fakultas Kedokteran UKI Jakarta. Namanya Danny Ernest Jonas Luhulima, kelahiran Maluku dan pernah tinggal di Jl Laut, Kendal. Dia mengatakan setelah 4 tahun saya harus sudah menyandang gelar S1. Dia senang memanggil saya dengan sebutan "Oshin". Saya berharap dapat mengetahui keberadaan teman saya tersebut. Dia tentunya sudah menjadi seorang dokter, hidup bahagia bersama keluarganya. Oshin *** Mohon Perhatian Nasib Para PTTKami sebagian dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang mengabdi/wiyata bakti di salah satu SLTP Banjarnegara, merasa sebagai sapi perah karena honornya terlalu rendah (Rp 80 ribu/bulan), padahal kami mengabdi selama belasan tahun. Honor itu masih jauh di bawah standar UMR. Masak honor kami kalah dengan honor pembantu rumah tangga, padahal sekolah kami lebih tinggi. Bisa dibayangkan uang Rp 80 ribu apa bisa untuk menghidup keluarga sementara kebutuhan dan harga makin melambung dan tidak terjangkau. Setiap saat kami menangis dan meratap dengan harapan semoga suara kami bisa didengar Pemerintah, Bupati, Ketua DPRD serta Kadiknas Banjarnegara. Kami juga usul jangan hanya ada guru kontrak saja, tetapi PTT juga harus ada kontraknya dong. Pemerintah harus adil, guru atau PTT kan sama-sama mengabdi. Guru dapat JPS dari Pemkab setiap tiga bulan sekali, empat bulan dan 6 bulan sekali. Guru juga dapat honor dari Kelebihan Jam Mengajar (KJM). Nah, kalau kami sebagai PTT dapat apa. Kami hanya kenang (capai) tangannya saja, karena kerja melulu. Bagaimana nasib kami, bukankah PTT banyak berfungsi dan tanpa kami pasti sekolahan/guru akan kewalahan. Bisa dikatakan tanpa PTT sekolahan nggak bisa jalan, karena kebetulan di sekolahan kami PNS-nya baru 3 orang. Sedangkan yang wiyata bakti 15 orang. Sunti *** Jawaban BIKK JatengMenanggapi tulisan Sdr Joko Widakdo Jl Arimbi I/108 A Kejambon Tegal 7 September, kami jelaskan Pemprov Jateng c/q Dinas Perikanan dan Kelautan telah memberikan perhatian kepada pembudidaya udang maupun ikan berupa bimbingan dan pelayanan. Khusus kepada pembudidaya udang di tambak yang tahun 1985 pernah jaya/berhasil, Pemprov telah mengupayakan berbagai bantuan berupa pembangunan rehabilitasi saluran tambak, perbaikan jalan menuju lahan pertambakan, penghijauan maupun penguatan modal usaha kelompok. Mengingat prospek yang menjanjikan tersebut, pelaku usaha makin bersemangat dengan penerapan teknologi secara intensif tanpa memperhatikan teknologi yang direkomendasikan dinas teknis. Penerapan teknologi intensif tersebut tanpa memperhatikan kondisi lingkungan serta tanah pesisir/DAS dan kondisi nonlingkungan yang tidak dijaga baik. Ini berakibat pada kegagalan produksi. Jadi kegagalan mereka tidak semata-mata disebabkan penyakit. Pemprov memberi saran pentingnya upaya pengolahan lingkungan agar kualitasnya tetap terjamin. Penggunaan teknologi yang melebihi daya dukung lahan akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Pemberian pakan yang berlebihan juga menimbulkan dampak makin tingginya limbah karena akan menumpuk di dasar tambak. Untuk menjaga kualitas air, butuh perlakuan khusus dengan menggunakan kolam/petak tandon Semua upaya tersebut berkaitan dengan pengendalian lingkungan dan harus dilakukan para pelaku budidaya tambak agar dalam pengelolaan sumber daya alam dapat tercapai. A.n BIKK Jateng *** Insentif dari LPPSaya sampaikan terima kasih kepada Lajnah Pendidikan dan Pengajaran (LPP) Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto yang memberikan hak saya secara penuh (setelah potong pajak) berupa dana insentif dari pemerintah untuk jatah bulan Januari s.d Juni 2002. Saya memang nonaktif sebagai guru di SLTP IT Al Irsyad sejak Juli, sehingga tak berharap banyak memperoleh dana insentif tersebut. Yuniasih Anggraeni SS *** Untuk Pemilik Truk H 9464 HWPada hari Selasa, 15 Oktober 2002, sekitar pukul 09.35, kami bertiga, dengan mobil, melaju di jalan arteri pelabuhan, ke arah Njrakah. Di traffic light jalan arteri-Jl Siliwangi, kami mulai dipepet truk Toyota Diesel Dyna H 9464 HW warna merah, memuat kaca. Sopir truk berkali-kali membunyikan klakson dan menyalakan lampu dim. Ia terus memepet kami sampai di sepanjang Jl Siliwangi, dan akhirnya menyerempet mobil yang kami tumpangi. Kami bertanya-tanya, ''Ada persoalan apa, kok sopir truk itu memepet kami terus dan sangat ugal-ugalan. Apa salah kami?'' Sampai di pertigaan arah Ngalian, truk kami berhentikan. Si sopir truk ngotot merasa tidak bersalah, bahkan menyalahkan kami yang menurut dia telah memepet truknya. Kan aneh, mosok mobil Kijang berani mepet truk yang lebih besar? Karena dia ngotot terus, kami mengajaknya ke kantor polisi. Dia menyatakan sanggup, tapi tiba-tiba kabur. Kami menyesalkan tindakan sopir yang ugal-ugalan itu. Lewat surat pembaca ini, kami mohon perhatian kepada majikan (pemilik truk) untuk bisa memberitahu bahwa mengemudikan truk secara ugal-ugalan seperti itu sangat membahayakan orang lain. Adi, Amir, Saleh |