logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Sala & sekitarnya  
Line

Razia Bahan Peledak dan Senjata Api

  • Peningkatan Pengamanan di Solo

KOTA- Razia bahan peledak, senjata api, dan senjata tajam yang dilakukan jajaran Polresta Surakarta, sejak Senin lalu (14/10) hingga kemarin belum membuahkan hasil.

Dalam kegiatan yang dilakukan di daerah perbatasan itu, petugas kepolisian hanya menemukan pelanggar lalu lintas di wilayah Kadipiro. Sementara bahan berbahaya lain yang dicari, sejauh ini belum ditemukan.

''Hanya pelanggar lalu lintas yang terjaring, sedangkan senjata tajam atau bahan peledak, nihil,'' kata Kapolresta Surakarta AKBP Drs Bambang Hermanu SH didampingi Kapuskodal Ops AKP Muji Santoso, kemarin.

Menurut dia, razia yang dilakukan aparat kepolisian Solo sebagai antisipasi terhadap peristiwa ledakan bom yang terjadi di Bali itu, baru pada wilayah Jurug, untuk daerah timur dan Kadipiro wilayah utara.

''Sedangkan untuk wilayah Kerten, dan Sukoharjo, menunggu giliran. Operasi simpatik semacam ini tidak hanya dilakukan pada siang hari, tapi juga malam hari,'' jelasnya.

Menurutnya, operasi itu yang menjadi prioritas adalah bahan peledak atau senjata api. ''Operasi ini akan terus dilakukan dan untuk meningkatkan kewaspadaan di Solo,'' tandasnya.

Pengamanan Hotel

Selain melakukan razia, lanjutnya, aparat kepolisian juga melakukan pengamanan terhadap sejumlah objek wisata dan hotel di kota ini. Hanya saja, untuk wilayah itu, pengamanannya dilakukan secara tertutup, sehingga tidak berkesan mencolok.

''Pengamanan yang berlebihan justru menimbulkan ekses kurang baik dan kontraproduktif. Karena itulah, kami memilih cara seefektif mungkin, agar para wisatawan di Solo, tidak merasa takut.''

Menurut Kapolresta, dengan adanya peledakan bom di Kuta, Bali baru-baru ini, petugas meningkatkan kewaspadaan di sejumlah tempat, seperti tempat tinggal sementara para warga asing atau tempat keramaian yang dikunjungi warga asing.

Untuk pengamanan di hotel, pihaknya tetap menempatkan personel dengan berpakaian preman. ''Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan pengamanan setiap warga asing yang tinggal di Hotel,'' jelasnya.

Peningkatan pengamanan itu, kata dia, tentunya ada penambahan personel di sejumlah tempat strategis. ''Ini upaya untuk tetap mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan menyusul kejadian di Bali,'' paparnya. (san,G11-51)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA