logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Sala & sekitarnya  
Line

''Pengerahan Massa, Bunuh Diri''

ANCAMAN pengerahan massa saat pencanangan Tahun Ekowisata oleh kalangan LSM tampaknya dikesampingkan. ''Kami tidak akan berdemo saat pencanangan Ekowisata. Itu berarti bunuh diri dan justru akan memandulkan perjuangan kami dalam mempertahankan kebenaran,'' tegas Lurah Masyarakat Erek Indonesia (MEI) Ribut Busan, kemarin.

Pendapat senada juga dikemukakan Sekjen Forum Rakyat Boyolali (Forabi) Suyatno. Perjuangannya mengritik kebijakan pemerintah tidak harus dengan memobilisasi kekuatan massa. ''Kami lebih menekankan dialog atau sarasehan untuk mencari kesepahaman.''

Sebagaimana diberitakan, beberapa LSM menolak rencana pembangunan TNMM, Ekowisata, dan kawasan wisata yang dikemas dalam Solo-Selo-Borobudur (SSB). Ketiga proyek itu dinilai tidak aspiratif dan partisipatif serta pengelolaannya tidak jelas. MEI juga mengancam memboikot dalam bentuk advokasi kebijakan, pengerahan massa, dan mengajak warga sekitar calon TNMM tidak terlibat sama sekali dalam proyek tersebut.

Tak Jelas

Meski tidak melakukan gerakan massa, MEI dan Forabi akan terus mengritik rencana ketiga proyek itu. Suyatno mengemukakan, sampai sekarang masyarakat sekitar belum tahu bagaimana konsep TNMM. Dengan demikian, mereka merasa tidak dihargai. Akan tetapi, ujar dia, pengertian tidak dilibatkan bukan berarti ikut mengerjakan proyek secara fisik.

Ribut Busan menekankan, pemerintah selalu mengelak tak pernah melibatkan masyarakat. Padahal kenyataan di lapangan, konsep TNMM tidak pernah disosialisasikan. Dengan begitu, wajar menimbulkan kekhawatiran warga. ''Kearifan masyarakat lokal hendaknya disentuh, jangan diabaikan begitu saja.''

Sementara itu Forum Sapulidi Boyolali (FSB) dalam keterangan pers meminta pemerintah untuk melakukan transparansi kebijakan dan anggaran, melakukan dialog dan konsultasi bersama masyarakat terkait dengan proyek TNMM dan SSB mulai tahap penelitian, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi proyek.

Kepada aparat keamanan mereka mengharapkan agar menghentikan segala bentuk ancaman dan intimidasi terhadap masyarakat sipil.

''Kepada semua partai, kami mengharapkan melakukan fungsi kepartaian sebagai pembela dan artikulator suara rakyat,'' tulis Badan Pekerja FSB yang terdiri atas Mulyoto, Sadiyo, Thomas, Ismail Al Habib, dan Joko.(shj-70j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA