logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Sala & sekitarnya  
Line

Peledakan Bom Tak Pengaruhi Kunjungan Presiden

BOYOLALI- Peledakan bom di Jalan Legian, Kuta, Bali tidak mengubah jadwal kunjungan Presiden Megawati ke Boyolali untuk mencanangkan Tahun Ekowisata di Desa Lencoh, Kecamatan Selo pada 17 Oktober. Hampir dipastikan Presiden tidak mengubah jadwal kunjungannya di lereng Gunung Merapi itu.

''Hingga kemarin saya tidak menerima perubahan kunjungan Presiden dari Sekretariat Negara. Dengan demikian, Presiden tetap mencanangkan Tahun Ekowisata,'' papar Wakil Bupati Boyolali KH Habib Masturi yang juga Ketua Panitia Daerah Pencanangan Tahun Ekowisata.

Berbagai kalangan di Boyolali meragukan kunjungan Presiden Megawati menyusul peledakan bom di Jalan Legian, Kuta, Bali.

Mereka merasa waswas lantaran suatu waktu situasi dapat berubah. ''Harapan kami Ibu Mega tidak membatalkan atau menunda kunjungannya ke Boyolali,'' ujar salah seorang pantia daerah.

Habib Masturi mengungkapkan, rencana semula Presiden memang tidak transit di pendapa kabupaten. Setelah mendarat di Bandara Internasional Adi Sumarmo, Megawati beserta rombongan lalu melakukan perjalanan darat ke Desa Lencoh, Kecamatan Selo lewat Boyolali.

Keamanan

Menyinggung keamanan Presiden berkaitan dengan peledakan bom di Bali, dia mengatakan, sistem keamanan bukan menjadi porsi Pemkab melainkan polisi yang bekerja sama dengan TNI dan masalah keamanan itu kemarin sudah dibahas. ''Jadi, bagaimana bentuk pengamanannya saya tidak tahu.''

Mengenai reaksi kalangan LSM atas pencanangan Tahun Ekowisata dan Taman Nasional Merapi Merbabu (TNMM), Habib Masturi mengemukakan, sebagian memberikan masukan dan merespons untuk lebih berhati-hati. Meski demikian, reaksi atau sikap kritis LSM itu sebenarnya terlalu dini dan berlebihan. Sebab TMNN masih dalam taraf perencanaan dan belum terwujud.

Kekhawatiran akan terjadi penggusuran tanah warga, kehilangan kekayaan sosial budaya dan adat istiadat setelah pembangunan TNNM rasanya terlalu dini. Taman itu lebih banyak memanfaatkan kawasan hutan sehingga tidak beralasan tanah warga akan tergusur.

Begitu pula kekhawatiran hilangnya kekayaan sosial budaya dan adat istiadat. Jika mereka khawatir, pemerintah justru mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah.

Bila kelak berdiri hotel atau tempat hiburan diusahakan tidak menjadi tempat maksiat.

Habib menyatakan telah terjadi salah persepsi. Ekowisata merupakan kegiatan wisata berwawasan lingkungan. Dengan demikian, sejak dicanangkan semua kegiatan wisata diharapkan kembali pada alam atau berwawasan lingkungan.

''Itu berati langkah maju dan sekaligus reformasi bidang wisata. Berbagai objek wisata di Tanah Air seperti di Bali, Bogor, dan kota lain dinilai tidak berwawasan lingkungan. Kenapa pencanangan di sini diprotes?''(shj-70j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA