
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Sala & sekitarnya |
Rebut Kursi Wakil Ketua, Golkar Rayu PPPSUKOHARJO- Partai Golkar di Sukoharjo tampaknya tidak main- main untuk merebut jabatan wakil ketua DPRD dari Suryanto SH. Ketua DPD Golkar dr H Kusidarto merayu PPP untuk bergabung dalam satu fraksi di Dewan. ''Kami bertekad merebut jabatan wakil ketua, karena itu hak kami,'' katanya, kemarin. Menurutnya, rayuan terhadap PPP yang memiliki dua wakil bukan semata-mata untuk memperkuat posisi FPG. Namun, hal itu dilandasi sejarah karena Golkar dan PPP merupakan parpol era Orde Baru, sehingga keduanya bisa sejalan bila bergabung menjadi satu. ''Kan bagus, FPG memiliki lima anggota ditambah dua dari PPP. Tentang nama fraksi gabungan bisa dipikir belakangan, yang penting ada komitmen untuk bersatu terlebih dahulu,'' ujarnya. Menanggapi rayuan tersebut, Sekjen PPP Suryanto SH secara tegas menolaknya. Alasannya, garis perjuangan partainya berbeda jauh dari Golkar. Dia tidak memungkiri, PPP dan Golkar adalah partai yang berjaya pada masa Orde Baru. Namun, kedua parpol itu berbeda nasib. ''PPP terus- menerus dizalimi Golkar yang berkuasa, karena selalu menang dalam pemilu,'' tandas Suryanto. Dikatakan, para pengurus PPP sudah bertekad mempertahankan fraksi gabungan. Keluarnya anggota asal PKB, Rohmat Agung Suprayogi S Ag dari Fraksi Bintang Persatuan Keadilan Bangsa (FBPKB), tidak menyurutkan keinginan empat anggota yang tersisa untuk tetap bersatu. Tidak Jelas Disinggung tentang persyaratan minimal 1/10 anggota untuk membentuk fraksi, dia mengaku peraturan yang ada tidak jelas. Pihaknya siap berdebat dalam pembahasan Tata Tertib DPRD yang baru dan optimistis akan menang. ''Jumlah 1/10 dari 45 anggota berarti 4,5. Tetapi manusia kan tidak bisa dipecah, dan dalam UU No 4/99 tentang Susunan dan Kedudukan (Susduk) MPR, DPR dan DPRD tidak disebutkan secara jelas 4 atau 5 anggota.'' Meskipun demikian, dia sudah menyiapkan diri bila ternyata keinginan mempertahankan fraksi terganjal tatib baru. ''Kalau memang nanti kami kalah, kami serahkan hal itu kepada masyarakat. Di daerah lain, sebenarnya bisa membentuk fraksi dengan empat anggota. Misalnya di Solo, Fraksi Pembaharuan juga hanya didukung empat anggota.'' Ketua FBPKB Hasman B Hasbullah SE mengatakan, tidak mempunyai alasan untuk membubarkan fraksinya. Empat anggota sisa, akan bersatu padu mempertahankan keyakinan yang selama ini dianggap benar. '' Jelas, kami ingin agar tetap solid sebagai fraksi tersendiri. Namun, bila tatib baru tidak memungkinkan, kami ingin sebagai nonfraksi.'' (G10-70k) |