
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Sala & sekitarnya |
Stadion Mini Tidak Akan Dipagar TembokKARANGASEM- Keresahan masyarakat soal pembangunan lapangan Kotabarat tak perlu terjadi, bula mereka mengetahui gambaran seluruh rencana pembangunan stadion itu. Pasalnya, di lapangan tersebut tidak akan dibangun seperti Stadion Sriwedari atau Manahan, namun pagarnya terbuka, ungkap Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surakarta Bandung Joko Suryono SH kepada Suara Merdeka, kemarin. Dia berpendapat, hanya di timur yang akan ditribun dan itu pun hanya sebagian. Seterusnya akan dipagar kawat atau pagar BRC, sehingga segala aktivitas di dalamnya tetap terpantau dari luar. Dengan konstruksi demikian, ujar dia, kekhawatiran dampak buruk pembangunan stadion mini tidak akan terjadi. Dipakai anak sekolah untuk tempat membolos tidak bisa, sebab akan kelihatan dari luar. Apalagi untuk tempat prostitusi jelas tidak mungkin. Karena tempat itu akan diberi penerangan di setiap sudutnya, sehingga keremangan tidak akan ditemukan di sana. ''Mungkin dalam bayangan masyarakat, pembanguan stadion itu seperti stadion Manahan dan Sriwedari. Padahal bukan demikian rencananya.'' Dianggap Wajar Namun dia menganggap wajar kekhawatiran masyarakat tersebut, sebab mereka belum tahu bentuk stadion itu seperti apa. Bandung yakin, setelah tahu masyarakat pasti dapat menerima. Jika selesai dibangun, masyarakat masih dapat mempergunakan seperti biasa. Misalnya untuk kegiatan olahraga sore.(wk-51j) |