logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Olahraga  
Line

Format KLI Hampir Pasti Diubah

  • Menjadi Satu Grup

SEMARANG - Format Kompetisi Liga Indonesia (KLI) hampir pasti diubah. Sistem lama yang membagi peserta ke dalam dua wilayah (Timur dan Barat), kemungkinan besar akan dilebur menjadi hanya satu grup dengan model kompetisi penuh.

Dari 20 tim anggota Divisi Utama, hampir seluruhnya menyepakati perubahan tersebut.

Pada pertemuan PSSI dengan manajer tim yang berlangsung di Hotel Hilton Jakarta, Senin malam, diperoleh informasi 16 tim mendukung format baru tersebut. Bahkan, utusan Persipura mengancam mundur, kalau sistem yang digunakan masih seperti sebelumnya, yaitu dibagi dua wilayah (Timur dan Barat). PSIS juga mendukung usulan Persipura yang kini dilatih Rudy William Keltjes itu, kendati waktu kompetisi lebih panjang dan memakan biaya lebih banyak.

"Dari 20 tim yang hadir, hanya empat yang tidak setuju dijadikan satu grup. Enam belas tim termasuk PSIS mendukung dijadikan satu grup, sehingga ada kemungkinan PSSI akan mengikuti suara mayoritas tersebut," tutur Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi, petang kemarin.

Tapi, kata Yoyok, pertemuan tersebut hanya dihadiri oleh sebagian kecil pengurus PSSI yang di-pimpin Ketua Bidang Kompetisi dan Turnamen, Iswadi Idris. Sehingga apa yang menjadi keinginan para wakil tim baru sebatas masukan.

Hasil pertemuan akan diajukan ke Ketua Umum PSSI Agum Gumelar dalam minggu ini.

"Iswadi berjanji, pada akhir bulan ini sudah ada kepastian. Setelah itu, jadwal pertandingan segera disusun."

Menguntungkan

Musim kompetisi sebelumnya (KLI VIII) diikuti 22 tim yang terbagi menjadi dua wilayah. Setiap wilayah diisi 11 tim. Setelah Persebaya Surabaya, Persema Malang, PSMS Medan, dan PSBL Bandarlampung terkena degradasi, peserta KLI IX musim ini tinggal 20 tim. Karena yang berhak promosi dari Divisi I hanya dua tim, yaitu Perseden Denpasar dan Persik Kota Kediri.

"Jika dijadikan dua wilayah, masing-masing wilayah hanya 10 tim. Itu berarti setiap tim hanya melakukan sembilan kali main kandang dan sembilan tandang, sehingga waktunya lebih singkat diban-dingkan dengan kompetisi sebelumnya. Karena itu, kami sepakat dijadikan satu grup," tandasnya.

Kalau waktu kompetisi pendek, sudah jelas sponsor yang masuk ragu-ragu. Lain halnya kalau dijadikan satu grup, dari 20 tim yang ada setiap tim mendapat kesempatan 19 kali menjadi tuan rumah.

"Kalau dihitung biayanya memang lebih besar, tapi masih bisa ditutup dengan hasil dari pejualan tiket dan sponsor. Jadi, kalau dikalkulasi, masih lebih menguntungkan satu grup," tambahnya. (C16-77t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA