
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Berita Utama |
Chase Plaza Diancam BomJAKARTA-Akibat terjadi ledakan di Legian, Kuta, Bali, kota-kota besar lainnya di Indonesia langsung menerjunkan sejumlah aparat di daerah-daerah yang rawan kamtibmas, termasuk di sejumlah hotel berbintang. Namun ancaman atau teror tetap masih ada, khususnya di Jakarta. Selasa kemarin teror bom diarahkan ke Gedung Chase Plaza yang berlokasi di Jalan Sudirman, Jakarta. Ancaman ini kali pertama diterima resepsionis PT Sewu New York Life, Yeni, kemarin, sekitar pukul 13.00 WIB. Kepada Yeni, pelaku teror mengatakan, lantai 2 Gedung Chase Plaza telah dipasangi bom. ''Yeni kemudian melapor kepada manajemen dan diteruskan kepada polisi. Sebelumnya pihak manajemen telah melakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan. Namun untuk lebih meyakinkan, akhirnya kami memanggil Tim Gegana,''jelas Kapolsek Setiabudi, Kompol Markilat HP. Namun, saat dilakukan penyisiran oleh tujuh anggota Gegana, khususnya di lantai 2 dan 4 Gedung Chase Plaza, ternyata tidak ditemukan adanya benda yang mencurigakan. Sementara itu, aktivitas perkantoran Chase Plaza sempat terhenti beberapa jam untuk memberikan kesempatan Tim Gegana melakukan penyisiran dan penyelidikan awal di lokasi. Penjagaan Hotel Sementara itu, aparat kepolisian berpakaian preman sejak kemarin mulai ditempatkan di hotel-hotel berbintang dan kafe yang biasa menjadi tempat mangkal orang asing di Jakarta. Penjagaan yang dilakukan oleh tujuh orang atau satu unit petugas ini bersifat tertutup dan dimaksudkan untuk mencegah kejahatan terhadap orang asing di Jakarta. Kadispen Kombes Pol Anton Bachrul Alam berkaitan dengan maraknya aksi kejahatan terhadap orang asing menyebutkan, ada beberapa daerah rawan yang sering dijadikan tempat mangkal orang asing seperti Diskotek Tanamur, Hotel Le Meridien, Hard Rock Cafe, dan hotel-hotel bintang lima lainnya. Dari keputusan bersama polisi dengan pihak keamanan hotel berbintang dan tempat-tempat hiburan di Hotel Aston Atrium semalam, dirasakan betapa mahalnya rasa aman saat ini. ''Karena itulah, mereka berhak membuat aturan masing-masing untuk mencegah aksi kejahatan di wilayahnya secara edukatif, persuasif, dan preventif,''kata Anton. Anton juga menambahkan, selain menempatkan petugas kepolisian di tiap hotel, polisi juga meminta keamanan hotel untuk meningkatkan pengamanan swakarsa. Menurut Anton, wajib hukumnya bagi para satpam berperan aktif selalu memeriksa orang-orang yang dicurigai. Sebab, polisi tidak bisa mengawasi meter per meter karena keterbatasan personel. Anton juga menambahkan, setiap orang asing dibebaskan bepergian ke mana saja dan menggunakan perhiasan sesuka hatinya. ''Aparat kepolisian siap menjamin keamanan mereka,'' kata Anton. Berkaitan dengan aksi terorisme yang menjadikan orang asing sebagai sasaran, Anton mengharapkan tempat-tempat keramaian seperti gedung-gedung mahal memiliki security door dan metal detector. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya teror bom. Senin (14/10) malam, kata Anton, pihak kepolisian juga mengumpulkan tim gegana dan tim penjinak bahan peledak untuk memberikan arahan bagi pihak keamanan hotel. Materi yang diberikan adalah cara mengantisipasi aksi-aksi teror bom yang sewaktu-waktu bisa muncul baik melalui telepon, surat, maupun paket.(bu-60t) |