logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Berita Utama  
Line

DK PBB Desak Semua Negara Membantu RI

SINGAPURA - Serangan maut di Bali, mengukuhkan kembali tekad dunia internasional untuk mengganyang terorisme global. Mulai dari Eropa, Asia, sampai Amerika, para pemimpin dunia mengutuk keras serangan itu, dan menyatakan perang terhadap terorisme harus ditingkatkan sebelum memakan lebih banyak korban orang tak berdosa.

Di Markas PBB di New York, Dewan Keamanan, Senin, mengadakan pertemuan khusus 15 anggotanya, sebelum mengeluarkan sebuah resolusi yang mendesak semua negara untuk membantu Indonesia menyeret pelaku teror itu ke pengadilan.

Resolusi itu menyebutkan, DK ''mengutuk keras'' pengeboman di dan serangan-serangan teroris lain belum lama ini di seluruh dunia. Dikatakan, tindakan seperti itu merupakan ''ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional''.

Resolusi tersebut diusulkan Inggris. Dubes Inggris untuk PBB, Sir Jeremy Greenstock, adalah ketua Komisi Kontraterorisme yang dibentuk setelah aksi kamikaze 11 September di New York dan Washington.

''Itu tindakan buruk, dan si pelaku sepenuhnya dikutuk karena membunuh tanpa pandang bulu, tanpa kita ketahui apa penyebabnya,'' kata Greenstock.

''Saya kira rakyat Indonesia sedang terhuyung-huyung akibat peristiwa ini dan mereka ingin mendengar ungkapan dukungan internasional,'' tambahnya.

Baik Dewan Keamanan maupun Greenstock, tidak menyebut jaringan Al Qaedah yang dipimpin Usamah bin Ladin, yang dituding AS sebagai pelaku aksi kamikaze 11 September, meski sejumlah pejabat Indonesia dan Presiden AS George W Bush telah mengaitkan Al Qaedah dengan serangan bom tersebut.

Bush mengatakan, Senin, dia menduga serangan bom di Bali adalah pekerjaan Al Qaedah dan tampaknya menjadi bagian dari pola serangan baru. Dia bersumpah akan memberantasnya.

''Lihat, inilah pekerjaan orang-orang seperti itu. Jika mereka beraksi tanpa dilawan dan tidak merasa bahwa tindakan tersebut akan punya akibat apa pun, mereka akan terus membunuh. Ini tidak lain dari pembunuhan berdarah dingin,'' katanya, pada sebuah sesi tanya jawab mendadak di halaman selatan Gedung Putih.

Sementara itu PM Australia John Howard mengatakan, peristiwa di Bali meningkatkan kemungkinan serangan pada Australia, yang sejauh ini bebas dari kekerasan seperti itu.

Korut Nyatakan Simpati

Korut, yang dicap AS sebagai bagian dari ''poros jahat'', kemarin menyampaikan pesan simpati kepada Indonesia atas ledakan bom akhir pekan lalu di Bali.

''Pesan ini secara gamblang menegaskan sikap pokok dari Pemerintah Korut untuk menentang segala bentuk terorisme,'' kata kantor berita resmi Korut, KCNA.

Pesan tersebut disampaikan oleh Presiden Majelis Rakyat Tertinggi Korut, Kim Yong-nam, kepada Presiden Megawati Soekarnoputri, lapor KCNA. ''Kim menyatakan simpati yang dalam kepada Presiden (Megawati) dan juga kepada pemerintah dan rakyat Indonesia,'' kata kantor berita tersebut.

Pemerintah Taiwan mengingatkan sejumlah warganya, yang masih berduyun-duyun pergi ke Bali setelah peledakan bom, agar tidak mengadakan perjalan ke pulau wisata tersebut untuk sementara waktu.

''Sebelum situasi di Bali menjadi jelas, kementerian luar negeri mengingatkan rakyat untuk tidak mengadakan perjalan ke sana untuk sementara waktu,'' bunyi sebuah pernyataan dari kementerian tersebut.

Banyak pelancong warga Taiwan masih terbang ke Bali setelah pengeboman Sabtu malam tersebut, karena mereka tidak dapat menarik kembali uangnya, kata media setempat.

Biro pariwisata sejak peristiwa itu telah memerintahkan agen-agen perjalanan untuk mengembalikan uang para pelancong hingga 80 persen.

Presiden Taiwan Chen Shui-bian menyatakan rasa belasungkawa pada korban pegeboman dan menawarkan akan mengirimkan tim medis dan penolong. Dia juga mengulangi pernyataan dukungan Taiwan pada kampanye yang dipimpin AS melawan terorisme.

RI Sambut Baik

Pemerintah Indonesia menyambut baik Resolusi PBB Nomor 1438/2002 yang dikeluarkan Dewan Keamanan (DK), yang berisikan kutukan keras terhadap aksi pengeboman di Bali, Sabtu malam (12/10).

Dalam pernyataan resmi Departemen Luar Negeri RI di Jakarta, Selasa, Pemerintah Indonesia menilai, dengan dikeluarkannya resolusi PBB itu mencerminkan upaya diplomasi untuk meraih dukungan penuh masyarakat internasional kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia memerangi terorisme.

Dalam resolusi yang terdiri atas dua paragraf pembuka dan empat paragraf internasional itu, DK PBB juga menyampaikan simpati dan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pemerintah dan rakyat Indonesia serta korban musibah kemanusiaan di Pulau Dewata.

DK PBB juga meminta semua negara segera bekerja sama dan memberikan dukungan serta bantuan kepada Pemerintah Indonesia dalam upaya menangkap dan mengadili para pelaku pengeboman.(rtr-ben,ant-30,60t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA