
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Berita Utama |
Liquid Flux Energik sampai Pagi
DI bawah sorot lampu kafe yang gemerlapan, seorang penari sedang "dikerangkeng". Dalam balutan baju ketatnya, dia terus memanjakan anak muda yang doyan dunia gemerlap dengan meliuk-liukkan tubuhnya di atas panggung memanjang. Kerangkeng itu sebenarnya hanyalah instalasi panggung yang membingkai gerakan setengah erotis penarinya. Sorot lampu laser terus berkerlap-kerlip, menimpa seisi ruang. Dua layar lebar di kanan dan kiri panggung turut menciptakan visualisasi arena pentas makin ramai. Dari ujung panggung, irama musik tampil menghentak. Membawakan ritme lagu dance, dua orang vokalis mencoba berkomunikasi. Malam makin larut, irama musik live justru bertambah kencang. Ratusan pengunjung yang turut menari tak lekas lelah; terus saja mereka mengangkat tangan tinggi-tinggi dan menggerak-gerakkan badannya sampai pagi. Fleksibilitas, semangat bermusik, dan suasana pertunjukan, menciptakan sebuah pentas yang energik. Itulah yang tersaji dalam pementasan Liquid Music Senin (14/10) malam hingga Selasa (15/10) dini hari di Astro Cafe Java Supermal Semarang. Kemasan acara bertajuk "A Mild Livex Duid Flux, Experience New Party Music from Europe by Spirit Project" itu dipersembahkan oleh A Mild dan Deteksi Production. Pementasan liquid music itu merupakan rangkaian tur di 14 kota besar di Indonesia, mulai 25 September hingga 29 Oktober 2002. Pentas di Semarang adalah pertunjukan kesembilan setelah Jakarta, Malang, Banjarmasin, Samarinda, Manado, Ujungpandang, Denpasar, dan Yogyakarta. Penampilan kolaboratif tersebut dibawakan oleh kelompok Spirit Project yang kini bermarkas di Belanda. Terbentuk dua tahun lalu, Spirit Project menyuguhkan hiburan yang manis untuk sebuah pentas pertunjukan dan hiburan. Berbeda-beda Personel yang mengisi pentas itu 15 orang (seorang penari absen), yang memiliki latar belakang kreativitas seni yang berbeda-beda. Antara lain berasal dari Jerman, Turki, Swedia, Bulgaria, Alaska, Suriname, dan Brasil. Musik diciptakan Denis Alpay dan Philip Powel, irama Tribal dari Kalin Veliov, sedangkan irama sensualitas dari keyboard oleh Martin Denev, tarikan vokal Sheryl Giacometti dan Zena Edward, serta perkusi juga dipegang Kalin Veliov. Kolaborasi meraih sukses; kemudian mengajak penyanyi Judi De Wilde, Daniella Wierx von der Rhein, Evangelina, dan Sheryl serta Zena untuk tampil. Dalam kesempatan itu, mereka juga menampilkan peniup saxophone. Sajian bertambah memukau, manakala muncul gerakan tari dancers (Maureen dan Patricia) serta tarian Salsa dari Brasil, psychedellic visual, dan permainan sinar laser yang tergarap dengan manis. Dance music, acid jazz, soul, tribal, dan deepgroovin' hasil kolaborasi DJ dan live band pun berpadu menghampiri penonton. Hiburan bagi penggemar dunia gemerlap, yang membawa jenis aliran berakar dance music. Tak pelak, sorot lampu pun terus berkelap-kelip seolah-olah memayungi arena pentas. Sebuah fenomena tersendiri bagi para penggemar dunia gemerlap untuk merasakan total new experience. Pengunjung kafe malam itu terbawa dalam suasana rileks. Arena olahraga biliar di Astro Cafe tersita untuk ajang pengunjung berpesta malam. "Kami tidak memiliki segmentasi pengunjung. Selain live music, kami juga membawakan dance," ujar Kalin Veliov, penabuh drum Spirit Project. Dari panggung connecting stage dan catwalk stage yang tertata apik, alunan musik dan visual terasa menyatu. Sebuah aroma sajian hiburan yang masih langka di Ibu Kota Jateng.(Agus Toto W-41t) | |||||