logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Berita Utama  
Line

Kasdam: Jangan Ikut-ikutan Polemik

DEMAK-Buntut bom di Bali yang menewaskan sedikitnya 187 orang, mendapat respons dari Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M Ali Fathan di sela-sela pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-69 di Desa Kedungwaru Kidul, Karanganyar, Demak, Selasa (15/10) siang.

Menurutnya, situasi dan kondisi di Jawa Tengah aman. Buntut bom di Bali tidak akan berpengaruh terhadap masyarakat di Jateng, baik di Solo, Yogya, maupun Semarang. "Kita bisa melihat sekarang, masyarakat kita di sini aman-aman saja," katanya kepada wartawan.

Dalam upacara pembukaan TMMD itu, dihadiri Komandam Korem 073/Makutarama Kol Inf Adji Wiyono, Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Inf Sugeng Pramudji, Kapolres Demak AKBP Drs Her Aris Sumarman, dan Wakil Bupati Demak H Noer Hamid Widjaya BA.

Kegiatan TMMD di Desa Kedungwaru, Karanganyar, Demak, itu melakukan pengerasan jalan desa sepanjang 4.000 m, plesterisasi 20 rumah penduduk miskin, pembuatan empat pos kamling desa, dan membantu 75 sak semen untuk pembangunan Masjid Baiturahman.

Sebenarnya, lanjut M Ali Fathan, posisi TNI dalam kasus bom itu hanya membantu Polri dalam mengamankan situasi. Bila diminta untuk membantu, pihaknya akan senang hati membantu pihak Polri sesuai dengan yang dibutuhkan.

"Kami ini posisinya hanya membantu saja, kita tunggu saja, karena sekarang masih ditangani Polri," katanya.

Belum Ada Fakta

Mengenai munculnya sinyalemen yang menuduh sejumlah daerah di Jawa Tengah sebagai sarang teroris, Kasdam tidak terlalu mempedulikan soal itu. Menurutnya, tudingan itu belum tentu benar. Dia menyatakan, pihaknya tidak akan ikut-ikutan berpolemik selama belum ada fakta.

"Kalau ikutan-ikutan nanti malah salah. Kalau salah, bisa menjadi fitnah itu. Fitnah itu berbahaya," tegasnya.

Dia menambahkan, sebaiknya semua masyarakat tidak ikut-ikutan berbicara sebelum ditemukan fakta. Sebab, sekarang bom Bali masih dalam penyelidikan pihak Polri. Karena itu, sebaiknya masyarakat menunggu hasil pemeriksaan Polri.

Dia juga tidak mau ikut-ikutan menuding pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir salah satu tokoh yang terkait dengan jaringan Al Qaedah. Dia lebih senang bersikap netral, karena tudingan oleh beberapa pihak dinilainya belum tentu benar.

"Kita lebih baik menghargai warga kita sendiri. Sampai sekarang saya belum mendengar adanya bukti-bukti yang mengarah ke sana. Jangan sampai ada provokasi yang masuk hingga membuat masyarakat saling curiga," katanya.

Mengenai aset-aset wisata di Jawa Tengah, kata dia, juga masih kondusif. Pihaknya belum menerima tawaran dari Polri untuk ikut mengamankan sejumlah aset wisata di Jateng dari kemungkinan serangan teroris.(G5-60t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA