
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Berita Utama |
Haid, Putri MA Rachman Tak DatangJAKARTA-Seperti sudah diduga sebelumnya, putri sulung Jaksa Agung MA Rachman, drg Chairunnisa, akhirnya membantah pernyataannya. Sayangnya bantahan tersebut tidak disampaikan langsung olehnya, tetapi melalui pengacara keluarganya, F Mirza SH, yang kemarin mewakilinya hadir menjalani klarifikasi lanjutan tim khusus KPKPN. "Klien saya membantah soal barter pada penjualan rumah di Cinere. Bagaimana lengkapnya soal penjualan rumah tersebut kepada bapak Husein Tan, silakan tanya kepada KPKPN," kata Mirza seusai bertemu tim khusus KPKPN, kemarin. Menurut Mirza, kliennya tidak dapat memenuhi panggilan KPKPN karena sedang haid. Ketika ditanya apa yang dilakukan pada pertemuan tersebut, Mirza mengatakan, banyak dokumen yang harus dilengkapi oleh Chairunnisa. "Ada banyak sekali dokumen yang kita serahkan, ada akta penyerahan rumah Cinere. Baru lima puluh persen jadinya," kata pria yang akrab dipanggil Mas Boy tersebut. Sementara itu, Ketua Tim Khusus Rudjuan Dartono kepada wartawan mengatakan, Chairunnisa tidak akan diperiksa lagi, karena pemeriksaan dirasa cukup. Ketika ditanya tentang bantahan tersebut, Rudjuan mengaku, pengakuan tersebut ditampung KPKPN, dengan berbagai pertimbangan. Karena bisa saja yang bersangkutan kaget saat menjalani pemeriksaan pertamanya. Utang Piutang Tim khusus KPKPN kemarin juga memeriksa Najib Salim Attamimi. Pria keturunan Arab yang sering disebut-sebut sebagai kasir MA Rachman tersebut sempat ngumpet beberapa lama untuk menghindari wartawan yang memang telah bersiaga menunggunya. Karena tidak ada pintu keluar lainnya dan Kantor KPKPN akan tutup, akhirnya Najib menyerah. Akhirnya Najib pun melayani pertanyaan para wartawan sembari turun menuju mobilnya. Najib mengaku menyerahkan uang Rp 300 juta yang murni uang milik MA Rachman kepada Kito. Ketika ditanya tentang uangnya yang ternyata kurang dari utang Rachman sebesar Rp 780 juta, Najib mengaku tidak tahu-menahu. Padahal, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu Najib jelas mampu menggambarkan soal uang yang 'njlimet' tersebut. "Setahu saya sudah tidak ada utang lagi. Sebelumnya sudah saya pertemukan. Waktu itu mereka akhirnya bersalaman. Jadi, setahu saya sudah tidak ada masalah lagi," katanya dalam logat Madura. Ketika ditanya wartawan mengenai posisinya yang begitu dekat dengan Rachman dan Kito saat itu, Najib langsung berlagak pilon. Ketika wartawan memancingnya dengan mengatakannya sebagai makelar perkara, Najib langsung 'girap-girap'. "Bukan, bukan, itu fitnah," katanya. Sementara itu, di Kejakgung kemarin Persatuan Jaksa memberikan pernyataan sikapnya yang 'terkesan malu-malu' mendukung kepemimpinan Rachman. Pernyataan tersebut dibacakan langsung ketuanya, Martinus Manoi SH.(F4-60t) |