
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Berita Utama |
Laskar Jihad BubarMAKASSAR-Di tengah ramainya berita bom Bali, Laskar Jihad membubarkan diri. Aktivitas organisasi ini pun tak tampak lagi, termasuk di Ambon. Kelompok yang pernah ''ditakuti'' pada zaman Gus Dur ini dibubarkan oleh komando tertingginya. Pengumuman likuidasi Laskar Jihad ini disampaikan Panglima Laskar Jihad Jaífar Umar Thalib yang disebarluaskan lewat radio di Ambon, Senin (14/10) malam. Seperti diketahui, sebelumnya Pemerintah Darurat Sipil di Maluku telah meminta agar Laskar Jihad ditarik dari Ambon. Permintaan pemerintah ini untuk mengupayakan kedamaian di Ambon. Sampai pukul 13.00 WIT, para anggota Laskar Jihad ini telah tiba di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon. Rencananya, mereka akan diangkut dengan kapal warna putih milik PT Pelni KM Dorolonda, pukul 14.00 WIT. Sebelum menuju Pelabuhan Yos Sudarso, mereka melakukan konvoi keliling kota Ambon dengan menggunakan sepeda motor dan sejumlah mobil. Suasana haru tampak menyelimuti kawasan muslim sejak pagi hari. Saat konvoi dan menuju Pelabuhan Yos Sudarso, mereka dikawal oleh sejumlah pasukan dari Satas Batalyon Armed 1. Pada saat yang sama, Penguasa Darurat Sipil Maluku, Gubernur, Kapolda, dan Pangdam Pattimura melakukan koordinasi di Makodam Pattimura. Sementara itu, meskipun akhirnya sebagian besar anggota Laskar Jihad dipulangkan dari Maluku, instalasi sosial seperti klinik dan sekolah-sekolah yang dibangun Laskar Jihad masih tetap berjalan. Suasana kota Ambon tetap lancar, masyarakat tetap melakukan aktivitas sebagaimana biasa. Instruksi Menurut Jamal, dirinya mendapat instruksi dari komando tertinggi Laskar Jihad untuk membubarkan pasukannya pekan lalu. ''Kami ini kan memakai sistem komando. Kalau komando tertinggi mengatakan bubar, ya kami bubar,'' katanya. Apakah pembubaran Laskar Jihad itu berlaku nasional? Jamal tidak bisa memastikan, namun dia mengingatkan bahwa komanda tertinggi Laskar Jihad itu di level nasional. ''Sebaiknya ditanyakan saja ke Panglima,'' katanya merujuk nama Panglima Laskar Jihad, Ja'far Umar Thalib. Lantas kenapa dibubarkan? Jamal menjawab, ''Secara tarjih dan finansial, Laskar Jihad tidak mampu lagi berjalan sebagai sebuah organisasi.'' Meskipun secara organisasi sudah bubar, Jamal menegaskan, perjuangan Laskar Jihad untuk membela kepentingan Islam dan kemaslahatan umat kini diserahkan masing-masing individu mantan anggota Laskar Jihad. Menurut Jamal, Laskar Jihad Sulsel mimiliki sekitar 1.000 anggota. Mereka tak hanya berdomisili di Makassar, tetapi juga di kota-kota kabupaten seperti Sidrab, Toraja, dan Sinjai. Selama ini Laskar Jihad Sulsel sering melakukan kegiatan sosial dan berkali-kali terlibat demonstrasi di DPRD Sulsel. Sebelumnya wartawan detik.com di Ambon melaporkan, Laskar Jihad Maluku dilikuidasi dan ratusan anggotanya dipulangkan. Aktivitas menggalang dana di jalan-jalan utama di Jakarta dan Yogyakarta juga menghilang. Sekretariat Laskar Jihad di Jakarta tidak bisa dihubungi, dan bahkan yang di Yogyakarta digembok. Wartawan mendapatkan sejumlah pertanyaan dari pembaca, mengapa organisasi yang tampak solid ini tiba-tiba tak tampak kegiatannya. Mengapa pembubaran Laskar Jihad belum disampaikan ke publik, padahal kegiatan mereka sering berada di ruang publik? Dan juga, mengapa menghilangnya kegiatan atau bubarnya Laskar Jihad bersamaan dengan ledakan bom Bali? Adakah hubungannya? Tentu hanya pimpinan Laskar Jihad yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sayangnya, sejauh ini usaha Suara Merdeka untuk menghubungi Panglima Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib sejak pagi tadi belum berhasil. HP-nya selalu mailbox. Kabar terakhir, sang panglima berada di Yogyakarta. (di,dtk-60t) |