logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Semarang & sekitarnya  
Line

Sambung Rasa Dialog dengan Gubernur Mardiyanto

Pencanangan Tahun Ekowisata 2002

TANYA: Di beberapa kesempatan, Bapak Gubernur menyebut Solo, Selo dan Borobudur, bahkan istilah SSB tersebut dewasa ini banyak bermunculan di media massa. Mohon penjelasan. (A Crismoro, Perumahan Mijen Permai-Semarang)

JAWAB:

Saudara Crismoro, Pemprov berkeinginan menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong tumbuhnya obyek-obyek/lokasi dan kawasan pariwisata, antara lain berkembangnya Solo sebagai salah satu alternatif pintu gerbang menuju Borobudur melalui Selo-Boyolali. Mengingat Solo-Selo-Borobudur (SSB) merupakan salah satu alternatif kawasan wisata alam yang selama ini sudah sering dikunjungi wisatawan karena keindahan alamnya yang luar biasa. Pada 17 Oktober 2002, kawasan Solo-Selo-Borobudur, tepatnya di Desa Lencoh Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, mendapat kehormatan sebagai tempat pencanganan Tahun Ekowisata 2002 oleh Presiden RI.

Kawasan wisata pegunungan yang indah tersebut didukung Gunung Merapi yang masih aktif dengan lelehan lahar api yang menyala dan membara, serta Gunung Merbabu yang memiliki jalan berkelok-kelok menambah kenyamanan. Kondisi alam ini merupakan pilihan yang tepat bagi sebagian besar orang, yang berkesadaran, bahwa kembali ke alam (back to nature) adalah rekreasi yang sehat untuk menghilangkan kejenuhan dan kepenatan sehari-hari.

Hidupnya jalur SSB diharapkan dapat mendorong masyarakat sekitar untuk berwirausaha, seperti menjual makanan/minuman, hasil pertanian, cindera mata, dll.

Oleh karena itu saat ini Pemprop Jateng bersama-sama Kab Boyolali, Magelang dan PT Taman Wisata Borobudur melakukan berbagai upaya, antara lain memperbaiki dan melebarkan sebagian jalan dan jembatan serta memasang pengaman jalan dan rambu lalu lintas, memperbaiki dan menyempurnakan joglo dan res area di Solo, mendukung penyempurnaan fasilitas sebagian rumah penduduk untuk home stay, membangun gardu pandang Ketep, membangun tempat parkir serta fasilitas pengamatan Gunung Merapi di Babatan, serta penataan kawasan lingkar Borobudur.

Perlu dipahami, bahwa jalur SSB bukan kawasan wisata baru, tetapi sudah ada jauh sebelum ini. Pemprov Jateng, Kab Boyolali dan Magelang sedang berupaya meningkatkan sarana dan prasarananya, sehingga kawasan SSB betul-betul dapat lebih menarik dan nyaman dikunjungi. (73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA