
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Semarang & sekitarnya |
Gelar Manusia Inovatif Indonesia untuk Jaya SupranaSEMARANG - Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Program Diploma Fakultas Teknik Universitas Diponegoro akan memberikan penghargaan Manusia Inovatif Indonesia kepada Jaya Suprana pada saat kuliah umum Fakultas Teknik Kimia 2002, Kamis 10 Oktober di Gedung Serba Guna Undip, Tembalang. Piagam penghargaan tersebut akan diserahkan Ketua Himpunan Helmi Irawan disaksikan Ketua Program Studi Teknik Kimia Program Diploma Fakultas Teknik Undip Ir Deddy Kurniawan Wikanta MM di depan segenap dosen dan mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum bertemakan ''Kelirumulogi Manajemen''. Helmi Irawan mengatakan, mahasiswa salut atas segala gerak dari Jaya mulai dari ide pendirian Museum Rekor Indonesia (Muri) sampai Program Persatuan dan Kesatuan beberapa waktu lalu. Sedangkan dalam kuliah umum itu Jaya Suprana mengingatkan bahwa tahun depan AFTA akan sudah berjalan dan Indonesia yang ikut serta menandatangani mau tidak mau harus ikut memberlakukannya. Tapi sampai saat ini ''grengseng'' AFTA belum terasa di Indonesia, tidak seperti halnya di Vietnam, yang justru saat ini sudah memberlakukan ''Tahun Simulasi AFTA''. Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Perlu diketahui bahwa Indonesia selalu menggunakan ''aji-aji'' kepepetisme. Kalau sudah mepet segalanya bisa berjalan dengan sendirinya, meskipun hasilnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Maka harus diperhatikan kualitas dari barang produksi Indonesia sehingga dapat bersaing di pasaran bebas. Inilah Kelirumologi, selama manusia masih aktif akan tetap mengamati kekeliruan yang ada berarti justru dari kekeliruan yang ada terus diadakan pemikiran-pemikiran untuk berubah menjadi kebenaran-kebenaran bagi masa depan bangsa dan negara. Kuliah umum yang diadakan oleh Program Studi Teknik Kimia ini diadakan setiap awal tahun kuliah baru dan diharapkan mahasiswa dapat mengetahui perkembangan yang ada di masyarakat. ''Dengan demikian mahasiswa yang lulus akan dapat siap pakai di lingkungan masyarakat pada umumnya, '' kata Ir Deddy Kurniawan Wikanta. (C8-73) |