
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Semarang & sekitarnya |
Pola Pikir Negatif Munculkan Sikap MinderSEMARANG- Bagaimana menjadikan anak-anak memiliki masa depan yang cerah, perlu dipersiapkan sejak dini. Untuk mengetahui berbagai informasi pendidikan yang baik, para orang tua murid SD Karangturi belum lama ini mengikuti acara seminar pendidikan di kampus sekolah Jl MT Haryono. Para pemerhati pendidikan yang dihadirkan antara lain Fredy W Liong MBA, Ing Wie, Dra Shinta dan Sutarjo. Acara dilaksanakan usai pembagian rapor hasil studi sementara (midsemester). Para pembicara memaparkan berbagai masukan yang berharga bagi orang tua siswa. Beberapa masalah dalam mendidik anak-anak antara lain karena tidak siap menghadapi tantangan dunia, kecerdasan emosional yang rendah, anak memiliki sikap memberontak dan sulit diatur. ''Penyebab masalah itu dapat datang secara internal dan eksternal,'' kata Fredy. Beberapa faktor internal antara lain genetika, didikan orang tua, budaya keluarga, suku dan agama, karakter dan kepribadian. Sedangkan faktor eksternal, karena pengaruh adat istiadat, daerah kelahiran, lingkungan, pergaulan, negara dan pendidikan. Ibarat Komputer Jika pola pikir negatif, maka sikap yang muncul yaitu si anak memiliki sikap minder, merasa gagal dan bodoh. Sedangkan jika memiliki karakter positif, maka anak akan percaya diri. Ibarat sebuah komputer, hasil output adalah sesuai dengan input. Dia menyontohkan, jika orang tua memberikan input kondisi si kakak lebih disayang dibandingkan adik, maka pola yang direkam anak adalah ada sikap kurang dihargai dan kehadirannya ditolak. ''Dengan input demikian, maka outputnya anak akan merasa disepelekan dan tidak dihargai orang sehingga anak akan menjadi mudah murah dan memiliki pikiran gampang dihukum orang.'' (F1-71) |